PANJI-PRATAMA.COM – Ketika bercermin, kita sering kali kesal apabila wajah kita sedang kusam. Hal itu barangkali terasa sama oleh orang lain yang melihat kita.
Maka dari itu orang akan senang ketika melihat orang lain yang wajahnya berseri-seri. Begitu pun dengan Allah Swt. di hari akhir kelak.
Agar Allah Swt menyenangi kita karena wajah kita yang berseri-seri, Prof. Sofyan Sauri, M.Pd. mengajak hadirin untuk mengkaji QS Al Qiyamah ayat 22-23, yang berbunyi:
“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabb-nyalah mereka melihat.” (QS. Al Qiyamah: 22-23)
Baca Juga: 7 Aktor Termahal Dunia
Pada bagian awal, Prof. Sofyan mencoba menguraikan tafsir ayat tersebut dari sudut pandang para mufasir. Menurut Abu Hasan Al Asyari dalam kitabnya Al-Ibanah, kata “Nazhirah” serta “Raiyah” berarti “melihat”.
Syekh Muhammad bin Shalih asy-Syawi dalam An-Nafahat Al-Makkiyah mengatakan bahwa dalam ayat ini Allah Swt. mengabarkan wajah orang-orang yang beriman pada hari kiamat berseri-seri. Mereka melihat kepada Tuhannya dengan mata kepala dan tanpa penghalang, dengan pandangan senang dan suka-cita.
Hal inilah yang menjadi sebesar-besar nikmat yang Allah Swt. berikan kepada penghuni surga pada hari kiamat.
Selanjutnya, Syekh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di dalam Tafsir As-Sa’di memaparkan bahwa Allah Swt. menyebutkan apa-apa yang menumbuhkan semangat untuk lebih mementingkan akhirat dan menjelaskan kondisi penghuninya serta tingkatan-tingkatan mereka.
Baca Juga: Sejarah Dipecahkan Kembali oleh Eiichiro Oda
Syekh Wahbah az-Zuhaili menyampaikan juga dalam Tafsir Al-Wajiz yang mengatakan bahwa mereka mendapat nikmat paling agung untuk melihat Zat Tuhannya langsung tanpa penghalang apa pun.
Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa pada hari kiamat kelak, manusia terbagi menjadi dua golongan, yaitu orang yang berbakti dan orang yang durhaka. Maka, nikmat terbesar bagi penghuni surga yang merupakan orang yang berbakti adalah melihat Allah Yang Mulia tanpa tabir.
Oleh karena itu, nikmat terbesar yang akan dirasakan orang-orang mukmin adalah bertemu dengan Allah Swt. Hal ini sesuai dengan HR Muslim, “Ketahuilah, sesungguhnya kalian akan di hadapkan kepada Rabb kalian, maka kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini.”
Menurut Prof. Sofyan, ada empat cara agar kita dapat bertemu langsung dengan Allah Swt. di akhirat kelak.
Baca Juga: Tidak Mau Ketinggalan Layangan Putus? Tenang, Begini Alur Ceritanya
Pertama adalah mengerjakan amal saleh.
Hal ini sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS Al Kahfi ayat 110, yang berbunyi: “Barang siapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”
“Kedua adalah dengan bersungguh-sungguh menyembah Allah Swt..” Jelas Prof. Sofyan.
Pertama adalah mengerjakan amal saleh.
Hal ini sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS Al Kahfi ayat 110, yang berbunyi: “Barang siapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”
“Kedua adalah dengan bersungguh-sungguh menyembah Allah Swt..” Jelas Prof. Sofyan.
Baca Juga: Indonesia Membantai Myanmar, Tetapi Masih Apes
Menurut beliau, pembagian manusia dalam melihat Allah Swt. itu dibagi menjadi tiga. Pembagian ini sesuai dengan kajian dari Syeikh Ibnu Atha’illah Al-Sakandary R.A., yaitu:
“Pertama adalah golongan umum.” Ulasnya.
Golongan umum atau kebanyakan, yaitu mereka bisa melihat alam, tetapi tidak bisa melihat Allah, baik saat mereka dalam alam dunia, maupun setelah/sebelum mereka meninggalkan dunia. Hati mereka sangat membutuhkan cahaya karena telah tertutup oleh alam.
Kedua adalah golongan khusus.
Golongan khusus, yaitu mereka yang telah sampai maqam baqa’ (hakikat) yang sudah bisa melihat Allah dengan bashirahnya di atas alam. Mereka tetap berada di alam, tetapi hatinya tidak melihat apa-apa, selain Allah.
Baca Juga: 14 Nominasi Emmy Awards 2022 Difavoritkan untuk Serial Netflix Stranger Things
Ketiga adalah golongan khususnya khusus.
Golongan khususnya khusus, yaitu mereka hanya melihat Allah dan sudah tidak melihat perantaranya tanpa permulaan dan akhiran, serta tidak berada di tempat tertentu.
Pada akhir ceramahnya, Prof. Sofyan berdoa agar kita termasuk ke dalam orang-orang yang dapat melihat Allah Swt. di akhirat kelak. Maka, beliau mengajak berdoa berdasarkan HR. Ahmad nomor 4/364 berikut ini:
“Ya Allah, Aku mohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu, rindu bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan.
Wallahualam. (*)
*) Tulisan ini telah dimuat di https://www.nongkrong.co/lifestyle/pr-4314085493/kajian-surah-al-qiyamah-ayat-22-23-nikmat-terbesar-orang-beriman?page=3 pada tanggal 8 Agustus 2022.

Manfaat Air Putih Bagi Tubuh Manusia
Wow, Berikut Ini Adalah 5 Selebritas Peraih Penghargaan Tokoh Muda Berpengaruh Indonesia 2023
Belajar Dari Unggahan Zaskia Adya Mecca, Berikut adalah Manfaat Kencur dan Bawang Merah untuk Kesehatan
Kemdikbud Umumkan Pembatalan 3.043 Calon ASN PPPK Tahun 2022
Kemenkominfo: Kami akan Selidiki OpenAI ChatGPT
Kajian Surat Al Mulk ayat 2: Menyelami Makna Kematian
Resep Rahasia Cilok Bumbu Pedas, buat Mood Kembali Ngegas
Cara Mengaktifkan Akun Bio ANBK 2023
Asesmen Nasional Segera Dimulai, Catat Jadwalnya dari Sekarang
1 thought on “Kajian Surah Al Qiyamah Ayat 22-23: Nikmat Terbesar Orang Beriman”