PANJI-PRATAMA.COM – Badan Bahasa dan Sastra (Bahasa) Sabah menyelenggarakan pembukaan Festival Sastra Antarbangsa Malaysia Madani 2024 di Kota Kinabalu, yang berlangsung pada Jumat, 23 Agustus 2024 malam waktu setempat. Acara ini merupakan perhelatan penting bagi dunia sastra di kawasan Asia Tenggara, yang melibatkan sejumlah penulis dan tokoh sastra terkemuka dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Presiden Bahasa, Datuk Jasni Matlani, menyampaikan bahwa festival tersebut tidak hanya menjadi wadah bagi para penulis untuk berdiskusi, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat ikatan budaya dan literasi antara negara-negara peserta.
“Indonesia, sebagai salah satu negara dengan tradisi sastra yang kaya, telah mengirimkan sejumlah penulis dan tokoh sastra ternama. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan inspirasi dan semangat baru bagi para penulis muda di Sabah untuk terus berkarya,” ujar Datuk Jasni dalam sambutannya pada Jumat malam di Hotel Promenads, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.
Acara pembukaan festival ini dimeriahkan dengan pertunjukan seni dari Indonesia, yang mencakup tarian tradisional yang khas dan penuh makna dari Sanggar Tari Tegal. Selanjutnya, acara juga dilanjutkan dengan pembacaan puisi esai yang diadaptasi ke dalam bentuk monolog karya Jasni Yakub, yang disutradarai oleh Abdul Karim Gullam, seorang tokoh teater dan Pejuang Sastra Negara Sabah. Selain itu, peluncuran acara tersebut disempurnakan oleh YBhg. Datuk Hj. Jamawi Ja’afar, selaku Penasihat BAHASA merangkap Pengerusi SUDC.
Pembacaan puisi menampilkan kolaborasi lintas negara, dengan penyair ternama dari Malaysia, Indonesia, dan Brunei Darussalam. Di antara para penyair yang tampil adalah Fatin Hamama R Syam, Mohamad Deni Maulana, Fanny Jonathan, Ramayani, dan Jose Rizal Manua dari Indonesia; Haji Jawawi Haji Ahmad dan Dr. Shawal Nizam Haji Yani dari Brunei Darussalam; serta Bitriz Indra, Sitti Aisyah Mad Saad, Hasyuda Abadi, dan Abizai dari Malaysia.
Keesokan harinya, acara dilanjutkan dengan Konvensi Sastra Antarbangsa Malaysia Madani, yang membahas berbagai isu terkini dalam dunia sastra, khususnya yang terkait dengan slogan Madani Malaysia. Konvensi ini akan menampilkan berbagai tokoh sastra dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia sebagai pembicara utama, seperti Fauzilayatun Mustafa, Hasyuda Abadi, Connie C Ah Gang, Datuk Jasni Matlani, Dr. Siti Aisah Mat Saad, dan Jose Rizal Manua.
Baca Juga: Bengkel Puisi Esai di SIKK: Mengembangkan Potensi Literasi Generasi Muda
Festival bertema Mengembangkan Sastra Malaysia yang Beradab ini diselenggarakan oleh Badan Bahasa dan Sastra Sabah (BAHASA) bekerja sama dengan Gabungan Penulis Nasional Malaysia (Gapena), Institut Pendidikan Guru Malaysia (IPG) Kampus Gaya, Dewan Bahasa dan Perpustakaan (DBP), Komunitas Puisi Esei ASEAN, dan Ikatan Penulis Sabah (IPS). Acara ini diharapkan dapat menjadi titik temu bagi para pencinta sastra untuk memperkuat jaringan dan mempromosikan karya sastra yang beradab dan berkelanjutan di era modern ini.(*)
(Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Tarian Indonesia Warnai Festival Sastra Antarbangsa Malaysia Madani 2024”
Baca selengkapnya di: https://www.nongkrong.co/apresiasi/43113420761/tarian-indonesia-warnai-festival-sastra-antarbangsa-malaysia-madani-2024)

SIKK Gelar Bengkel Sastra, Memupuk Generasi Penerus Seni dan Budaya
PASFORINA 2024: Pesta Seni dan Budaya Indonesia di Sabah, Malaysia
OPINI: Puisi Esai sebagai Wahana Sastra Serantau, Menggugah Jiwa dan Meretas Batas
RESENSI: Belajar Nilai-Nilai Kebaikan dari Catatan Warisan Budaya Bangsa Iranun