PANJI-PRATAMA.COM – Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) ikut menghadiri Majelis Perasmian Penutupan Festival Kesusastraan, Kesenian, dan Puisi Esai Antarabangsa Sabah Ke-3 Tahun 2024 pada Minggu, 9 Juni 2024.
Acara tersebut merupakan puncak acara dalam rangkaian “Festival Kesusastraan, Kesenian, dan Puisi Esei antarbangsa Sabah ke-3” yang berlangsung dari 5 sampai dengan 9 Juni 2024.
Festival ini diinisiasi oleh Kementerian Pelancongan Seni dan Budaya Malaysia (MOTAC), Kerajaan Negeri Sabah, Badan Bahasa dan Sastra Sabah (BAHASA), Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) Cawangan Sabah, serta Komunitas Puisi Esei ASEAN.
Acara tersebut dimulai dengan kedatangan tamu undangan pada pukul 19.00 waktu sabah. Tampak hadir dalam rombongan tamu undangan adalah para pejabat Kementerian Pelancongan, Seni, dan Budaya Malaysia (MOTAC), para pejabat Badan Bahasa dan Sastra Sabah (BAHASA), para pejabat Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) Cawangan Sabah, para delegasi Komunitas Puisi Esai ASEAN dari Jakarta, para perwakilan Gabungan Persatuan Penulis Nasional Malaysia (GAPENA), perwakilan Ikatan Penulis Sabah (IPS), perwakilan Persatuan Penulis Johon (PPJ), pejabat Institut Pendidikan Guru (IPG) Kampus Gaya, para delegasi Asterawani Negara Brunei Darusalam, pejabat Konsul Jendral Republik Indonesia, para wartawan, dan tentu saja delegasi Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK).
Setelah para tamu undangan menempati kursi yang telah disediakan, panitia memulai acara dengan Lagu Negaraku. Dilanjutkan dengan Lagu Sabah Tanah Airku. Serta, pelantunan lagu BAHASA.
Baca Juga: Gus Yahya Melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi Masa Khidmat 2024 – 2029
Acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh moderator dan pembacaan doa oleh Ustaz Norza Zainal Abidin.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Badan Bahasa dan Sastra Sabah (BAHASA), Datuk Jasni Matlani menyampaikan kebahagiaannya atas terselenggaranya rangkaian “Festival Kesusastraan, Kesenian, dan Puisi Esei antarbangsa Sabah ke-3” yang berlangsung dari 5 sampai dengan 9 Juni 2024 dengan sukses.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan semua pihak. Kami berharap Sabah dapat menjadi ibu kota puisi esai hingga dikenal dunia,” tuturnya.
Setelah sambutan yang disampaikan oleh Datuk Jasni Matlani, berturut-turut sambutan disampaikan oleh Datuk Zainal Abidin Borhan selaku Presiden Gabungan Persatuan Penulis Nasional Malaysia (GAPENA) dan Ketua Setiausaha Kementerian Perlancongan Seni dan Budaya Malaysia, Datuk Roslan Tan Sri Abdul Rahman. Dalam kesempatan tersebut, utusan kementerian tersebut menutup pula rangkaian “Festival Kesusastraan, Kesenian, dan Puisi Esei antarbangsa Sabah ke-3” dengan resmi.
Setelah itu, acara tersebut diramaikan dengan berbagai penampilan antarbangsa yang memukai. Diawali dengan musik lawas beretnik keroncong yang dibawakan oleh Band Sinar Bakti. Kemudian dilanjutkan dengan sebuah tarian etnik Kadazan Dusun yang dibawakan oleh siswa-siswi terpilih sekolah kebangsaan di Kota Kinabalu.
Baca Juga: Menyoal Kesusastraan ASEAN, Ikatan Penulis Sabah (IPS) Ingin Jadi Jembatan
Dari pihak Indonesia, penampilan gemilang dipentaskan oleh 8 orang siswa-siswi Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) yang membawakan pagelaran Musikalisasi dan Teatrikalisasi Puisi Esai “Sapu Tangan Fang Yin” karya Denny JA. Pertunjukan berdurasi 10 menit itu tidak henti-hentinya menghipnotis pemirsa yang hadir malam itu.
“Saya langsung menangis. Terharu dan bangga dengan penampilan siswa-siswi SIKK,” ucap Amelia, penyair delegasi Komunitas Puisi Esai ASEAN yang juga menampilkan pembacaan puisi esainya usai penampilan SIKK.
Acara dilanjutkan dengan gelar kesenian antarbangsa lain seperti Musikalisasi dan Tearikalisasi Puisi Esai Segelas Kopi Bujang dari delegasi Brunei Darusalam dan Musikalisasi dan Tearikalisasi Puisi Esai “Jika Cinta Itu Telah Datang dan Mencari al Karim: karya Datuk Jasni Matlani.
Terakhir, panitia juga menyampaikan sejumlah penghargaan dan daftar juara lomba-lomba yang sebelumnya diadakan oleh BAHASA dan DBP.(*)

OPINI: Puisi Esai sebagai Wahana Sastra Serantau, Menggugah Jiwa dan Meretas Batas
Bengkel Puisi Esai di SIKK: Mengembangkan Potensi Literasi Generasi Muda
RESENSI: Belajar Nilai-Nilai Kebaikan dari Catatan Warisan Budaya Bangsa Iranun
Waspada Ancaman Virus B yang Menular pada Manusia
Biden Mengultimatum Netanyahu Soal Perlindungan di Gaza