PANJI-PRATAMA.COM – Viralnya fenomena Citayam Fashion Week di kawasan Sudirman Citayam Bojong Depok (SCBD), diapresiasi oleh salah satu akun twitter fashion asal Jepang, @tokyofashion.
Muda-mudi urban sengaja datang ke kawasan SCBD tersebut dengan representasi gaya fashion yang eksentrik. Bahkan, padanan atasan dan bawahan yang trendi, seolah live fashion show yang menginspirasi sekitarnya.
Sontak saja, fenomena ini menjadi viral juga di jagad media sosial. Selain Instagram, video-video ekspresif mereka hilir mudik di platform Tiktok.
Tak ayal, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, ikut angkat bicara mengenai fenomena tersebut.
Baca Juga: Guide Dragon Quest XI untuk Side Quest 10 An Even Lovelier Letter
Menurutnya, muda-mudi urban tersebut mampu membuat konten yang menarik dalam sektor pariwisata ekonomi kreatif serta dapat mendukung tren fashion dan pariwisata di perkotaan.
“Menurut saya kalau mereka berbakat sebagai agen-agen promosi daripada destinasi wisata itu bisa kita rangkul dan kita berikan pelatihan dan mungkin nanti kita berikan beasiswa ke Poltekpar,” ucap Sandiaga Uno seperti dikutip dari pikiran-rakyat.com.
Menurut Sandiaga Uno, beasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) akan diberikan kepada muda-mudi urban yang mempunyai bakat dalam promosi tempat pariwisata.
Tanggapan Sandiaga Uno ini terkait juga kenaikan omset pedagang kaki lima di sekitar kawasan SCBD. Bahkan, salah seorang pedagang kaki lima bernama Toriman mengaku mendapatkan kenaikan omzet sebesar hampir 400%.
“Dulu paling banyak Rp200.000 per hari, tapi pas adanya fenomena ini sehari bisa Rp700.000 ke atas paling sedikit,” ucap Toriman.
Meski demikian, pemerintah harus berani merangkul fenomena ini lebih serius lagi. Hal itu karena kekhawatiran banyak masyarakat terkait ekses negatif dari fenomena Citayam Fashion Week tersebut.
Fenomena ini lahir begitu saja tanpa arahan dan aturan. Muda-mudi urban yang datang berekspesif sesuai referensi akun media sosial yang disukai. Konsep ini menurut banyak orang dapat memicu individualisme.
Muda-mudi urban tersebut lebih menyoroti gaya yang dianggap keren tanpa mengangkat desai maupun brand yang digunakan.
Baca Juga: Profil Arkhan Fikri, Peraih Man of The Match di Pertandingan Indonesia U19 vs Myanmar U19
Akun twitter Tokyo Fashion mengapresiasi atas fenomena fashion yang tumbuh di kalangan muda-mudi urban Indonesia. Mereka menganggap muda-mudi urban di Indonesia telah mampu memenuhi ekspektasi tentang street fashion.

Twit Tokyo Fashion terkait Citayam Fashion Week (Panji Pratama)
Namun demikian, akun Tokyo Fashion menyoroti ulah sebagian muda-mudi urban yang membuang sampah sembarangan. Mereka menganggap hal itu dapat memicu konflik sosial dengan masyarakat lokal.
“Jelas seseorang perlu memastikan bahwa anak-anak tidak menyebabkan masalah bagi penduduk atau bisnis lokal. Tidak yakin bagaimana berkomunikasi tentang itu, tetapi secara umum, Anda harus hidup berdampingan dengan baik dengan komunitas lokal untuk bertahan hidup.” Pesan akun @TokyoFashion dalam thread-nya.
Menurut mereka, hal ini pernah terjadi tatkala fenomena Harajuku menjadi keluhan masyarakat lokal di masa lalu.
Muda-mudi Harajuku saat itu, melakukan hal-hal yang mengganggu masyarakat sekitar seperti minum-minum di jalan, menghalangi lalu lintas, bermain skateboard, atau melakukan sesuatu yang dapat membahayakan.
Baca Juga: Indonesia Membantai Myanmar, Tetapi Masih Apes
Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk menanamkan pengertian bagi muda-mudi urban untuk mengangkan fashion tersebut ke dalam industri yang lebih terstruktur.
Seperti halnya fashion Harajuku yang menjadi penelitian sekolah dan pendidikan tinggi di Jepang. (*)
(*Tulisan ini dimuat pertama kali di: Tokyo Fashion Berharap Fenomena Citayam Fashion Week Dibarengi Kesadaran Membuang Sampah pada 12 Juli 2022)

Resep Rahasia Gado-Gado Kaki lima, Simpel Tapi Enaknya Lama
1 thought on “Tokyo Fashion Berharap Fenomena Citayam Fashion Week Dibarengi Kesadaran Membuang Sampah”