PANJI-PRATAMA.COM – Inflasi Amerika naik hingga 9,1% pada bulan Juni 2022. Inflasi tersebut telah mencapai level tertinggi dalam 4 dekade terakhir.
Gejolak ekonomi ini telah memaksa kenaikan harga konsumen di berbagai bidang. Lonjakan besar dalam harga Bahan Bakar Minyak (BBM) disebut-sebut sebagai kontributor utama inflasi ini.
Dilansir dari website The Wall Street Journal, wjs.com, kenaikan harga BBM di Amerika pada bulan Juni 2022 naik 11,2% dari bulan sebelumnya. Bahkan, kenaikan ini telah hampir 60% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
Kenaikan harga BBM ini telah mendorong sebagian besar kenaikan lainnya. Beberapa sektor barang dan jasa yang terkena dampak kenaikan harga secara terus-menerus adalah biaya gas, makanan, dan sewa rumah.
Baca Juga: Try Out 1 – Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut (PG)
Pada bulan Juni, harga sereal naik 2,5% dari bulan sebelumnya dan 14,2% dari tahun lalu. Roti naik 1,6% bulanan dan 10,8% per tahun. Biaya ayam meningkat 1,5% dari Mei dan 17,3% tahunan.
Untuk biaya sewa, naik 0,8% bulanan dan 5,8% selama setahun terakhir karena warga yang tidak bisa kemana-mana selama pandemi memilih pindah ke apartemen mereka sendiri.
Kenaikan indeks harga konsumen dalam sepanjang 12 bulan tersebut menjadi laju tercepat sejak November 1981.
Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, telah melakukan berbagai cara untuk menekan laju inflasi di negaranya.
Baca Juga: Tokyo Fashion Berharap Fenomena Citayam Fashion Week Dibarengi Kesadaran Membuang Sampah
Bahkan, dalam dua minggu ini, suku bunga utamanya dinaikkan sampai tiga perempat poin persentase sebagai bagian dari kampanye agresif untuk mengurangi inflasi.
Sebelumnya, laporan kenaikan inflasi di Amerika telah membuat panik banyak investor.
Saham di akhir hari ditutup melemah dengan indeks saham S&P 500 turun sekitar 17 poin atau 0,50%. Kemudian, saham Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 200 poin atau 0,70%.
Angka inflasi memang meningkatkan risiko resesi sampai batas tertentu. Inflasi yang lebih tinggi membuat konsumen mengendalikan pengeluaran, yang membentuk sekitar 70% dari kegiatan ekonomi.
Baca Juga: Ahli Linguistik Indonesia, Kridalaksana, Meninggal Dunia
Hal itu bisa berpengaruh pada kenaikan suku bunga Fed yang lebih besar, yang akan merugikan pinjaman. Bank of America mengatakan laporan itu konsisten dengan seruannya untuk resesi di paruh kedua tahun ini.(*)
*) Tulisan ini dimuat di https://www.nongkrong.co/peristiwa/pr-4313883765/inflasi-amerika-tertinggi-dalam-4-dekade-terakhir pada 14 Juli 2022.

Kajian Surat As Syura ayat 20: Memburu Bisnis dengan Allah
Penerbit Basabasi Mengadakan Sayembara Novela dengan Tema Bencana
Hak Guru Mendapatkan Tunjangan Profesi Hilang dari RUU Sisdiknas, Begini Respon Pemerintah
Sedang Trending, Indonesia Menjadi Negara Paling Indah di Dunia
Kisah Kematian Sang Raja Rock and Roll, Elvis Presley
Tiga Kerajaan Islam Dunia di Abad Pertengahan dalam Games Tema Empires
Berikut Sinopsis Lima Pahlawan Timnas Indonesia yang Dibuat Filmnya oleh FIFA