PANJI-PRATAMA.COM – Di dunia ini, tidak ada seorang pun makhluk Allah yang sempurna. Meskipun tidak terlihat oleh mata, kelemahan dan kelebihan makhluk adalah kodrat Allah.
Maka dari itu, terkadang seorang manusia pun pernah melakukan sebuah kesalahan. Untuk menebusnya, manusia tersebut harus mengakui kesalahan dan bertobat untuk tidak mengulanginya lagi.
Sudah menjadi tujuan hidup manusia untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Untuk itu, setiap manusia diberikan akal agar mengilhami masa lalu dan meraih cita-cita masa depan.
Prof. DR. KH. Sofyan Sauri, M.Pd. memaparkan kajian tersebut berdasarkan QS An Nahl ayat 97. Dalam kuliah subuhnya, beliau mengambil tema: “Mendalami dan Mewujudkan makna Hayatan Toyyibatan dalam Kehidupan”.
“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An Nahl: 97)
Pada bagian awal, Prof. Sofyan mencoba menguraikan asal muasal ayat ini berdasarkan interpretasi para mufasir. Dalam Tafsir al-Kabir wa Mafatih al-Ghaib dijelaskan bahwa QS Asyura ayat 20 menjelaskan janji Allah Swt. Dalam mengutamakan orang yang menginginkan akhirat atas orang yang menginginkan dunia.
Lebih lanjut, dalam kitab Tafsir Al-Munir dijelaskan bahwa ayat ini secara jelas menunjukkan bahwa amal saleh yang bisa memberi faedah berupa kehidupan yang baik harus memenuhi prasyarat iman. Adapun faedah amal saleh dalam meringankan azab, itu tidak tergantung pada adanya iman.
Kata hayatan tayyibatan sendiri, menurut Ibnu Katsir, berarti kehidupan yang baik. Dengan kata lain ialah kehidupan yang mengandung semua segi kebahagiaan dari berbagai aspeknya.
Baca Juga: Contoh Proposal Kewirausahaan Keripik Timun Jepang, Untuk Hasil Kegiatan P5 IKM
Ada lima pendapat terkait dengan kehidupan yang baik. Di antara pendapat-pendapat itu, yang paling sahih adalah kehidupan yang baik mencakup setiap aspek kebahagiaan di dunia seperti kesehatan, rezeki yang halal lagi baik, ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan pikiran, serta taufik kepada amal-amal ketaatan, karena semua itu membawa kepada keridaan Allah Swt.
“Dengan demikian, sebagaimana pendapat Abdurrahman bin Nashr as-Sa’di, hayatan tayyibatan itu berkaitan dengan ketenangan jiwa dan hati serta tidak terpengaruh oleh yang mengganggu ketenangan hatinya, karena menjauhi kemaksiatan.” Urai Prof. Sofyan kepada hadirin yang menyaksikan ceramahnya.
Lalu, bagaimana kriteria orang yang memperoleh hayatan tayyibatan itu?
“Ada sembilan kriteria!” Jelasnya.
Pertama adalah mencari rezeki yang halal.
Hal ini sesuai dengan makna QS Al Baqarah ayat 168 yang berbunyi:
“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al Baqarah: 168)
Kedua adalah menjauhi dosa.
Hal ini sesuai dengan HR Ahmad, yang artinya:
“Dosa adalah sesuatu yang menggelisahkan dalam hati seseorang, sedangkan ia tidak setuju kalau hal itu diketahui oleh orang lain.”
“Yang ketiga adalah memiliki sikap qanaah. Hal ini sesuai dengan HR Bukhari nomor 5965.” Ulas Prof. Sofyan.
Adapun hadis tersebut berbunyi: “Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.”
Keempat adalah senantiasa menolong agama Allah.
Hal ini sesuai dengan QS Muhammad ayat 7, yang artinya: “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad: 7)
Baca Juga: Kajian Surat An Nissa ayat 136: Mewujudkan Keseimbangan Hidup
Kelima adalah mengerjakan amal saleh.
Hal ini sesuai dengan QS Al Baqarah ayat 277, yang artinya: “Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS Al Baqarah: 277)
Keenam adalah rajin bersyukur.
Hal ini sesuai dengan QS Ibrahim ayat 7, yang artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS Ibrahim: 7)
Ketujuh adalah banyak berzikir.
Hal ini sesuai dengan QS Ar Ra’d ayat 28, yang artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram..” (QS Ar Ra’d: 28)
“Kedelapan adalah senantiasa meminta pertolongan kepada Allah. Hal ini sesuai dengan QS Al Anfal ayat 9.” Ulas Prof. Sofyan.
Adapun arti ayat tersebut berbunyi: “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS Al Anfal: 9)
Terakhir adalah bertakwa dan bertawakal.
Hal itu sebagaimana kandungan QS Ath Thalaq ayat 2-3. Ayat tersebut berbunyi: “…. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya ….” (QS Ath Thalaq: 2-3)
Pada akhir ceramahnya, Prof. Sofyan berdoa agar kita termasuk ke dalam orang-orang yang mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Doa tersebut berkaitan dengan QS Al Baqarah ayat 201, yang artinya:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat, dan lindungi kami dari azab neraka.”
Wallahualam. (*)
*) Tulisan ini telah dimuat di https://www.nongkrong.co/lifestyle/pr-4315000699/kajian-surat-an-nahl-ayat-97-mewujudkan-makna-hayatan-toyyibah?page=3 pada tanggal 3 Oktober 2022.

Tasyakuran HUT Ke-14 Ikatan Guru Indonesia: Mengukir Sejarah Pendidikan untuk Masa Depan
Bahasa Indonesia Ditetapkan sebagai Bahasa Resmi di Sidang Umum UNESCO
Manfaat Air Putih Bagi Tubuh Manusia
Wow, Berikut Ini Adalah 5 Selebritas Peraih Penghargaan Tokoh Muda Berpengaruh Indonesia 2023
Belajar Dari Unggahan Zaskia Adya Mecca, Berikut adalah Manfaat Kencur dan Bawang Merah untuk Kesehatan
Dalam Rangka Peringatan HGN tahun 2023, Komed Umumkan Pemenang LCMP Tingkat Nasional
Resep Rahasia Lele Penyet Sambal Kemangi, Bikin Seisi Dapur Harum Mewangi