PANJI-PRATAMA.COM – Pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai keadaan ekonomi global tahun 2023 yang akan masuk ke dalam jurang resesi patut diwaspadai. Pernyataan tersebut didukung pula oleh prediksi para ahli ekonomi dunia di berbagai kesempatan.
Seperti dikutip dari Reuters pada 28 September lalu, para ahli ekonomi dunia yakin bahwa keputusan The Fed atau Bank Sentral Amerika Serikat untuk menaikkan suku bunga akan menyebabkan efek domino resesi parah pada perekonomian global.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sering menyampaikan kekhawatirannya mengenai kondisi ekonomi dunia yang semakin tidak pasti. Istilah ‘Ekonomi Gelap’ dari Presiden Joko Widodo menjadi bahasan yang cukup populer bagi pemerhati ekonomi sepekan terakhir.
Baca Juga: Resep Rahasia Chicken Wings Saus Yakiniku, Bikin Nafsu Makan Anak Bertambah
Salah satu pemerhati ekonomi yang mengulas ini adalah Raymond Chin, seorang CEO startup yang berkonsentrasi pada edukasi investasi finansial. Selain pengusaha, dirinya dikenal sebagai seorang Youtuber.
Dalam konten terbarunya yang diunggah pada 3 Oktober 2022, dirinya membahas sebab dan akibat dari kehancuran ekonomi dunia pada tahun 2023.
Konten tersebut dibagi menjadi lima bagian pembahasan. Semua pembahasan tersebut berkaitan dengan alasan kenapa tahun 2023 dan tahun-tahun berikutnya akan menjadi tahun-tahun yang gelap bagi masyarakat dunia.
Pada bagian 1, Raymond Chin membahas mengenai pandemi sebagai awal mula ketidakpastian global yang terjadi.
Baca Juga: Pidato Maulid Nabi tentang Sifat Terpuji Rasulullah SAW, Mudah Diingat dan Singkat, Tidak Lebih Dari 4 Menit
Menurutnya, ekonomi global itu seperti domino atau lingkaran setan yang jika salah satu domino jatuh, maka efeknya merembet ke mana-mana. Maka dari itu, masyarakat perlu memahami apa yang sedang terjadi di dunia dengan mata terbuka.
“Domino pertama terjadi pada saat pandemi. Hal itu terjadi karena setiap negara di dunia ditutup.” Ujarnya membuka pembahasan pada bagian pertamanya.
Baca Juga: Pemerintah Sebut Tiga Transformasi Seleksi PTN Mulai Tahun Ini Lebih Transparan
Selanjutnya, Raymond Chin mengatakan bahwa yang harus dipahami dari ekonomi dunia adalah konsep perputaran uang. Pada saat pandemi, apa yang dilakukan Amerika Serikat dan negara-negara di dunia malah menjadi langkah pertama dalam menyebabkan kegagalan ekonomi dunia.
“Jadi, karena alasan negara mau uang berputar itu, yang dilakukan Amerika Serikat dan negara-negara ini adalah mencetak uang sebanyak-banyaknya.” Jelasnya.
Uang tersebut digunakan untuk diberikan kepada masyarakat yang terdampak langsung oleh pandemi. Dengan kata lain, uang itu adalah uang bantuan pemerintah.
Ternyata, awal dari tujuan mencetak uang sebanyak-banyaknya adalah memang untuk kebaikan masyarakat. Negara berharap masyarakat bisa bertahan hidup dari pandemi dan memulihkan ekonomi.
Pada bagian selanjutnya, Raymond Chin masih membahas kelanjutan dari bagian pertama. Di bagian ini Raymond Chin menyampaikan bahwa langkah mencetak uang secara bebas untuk masyarakat malah menjadi awal musibah besar.
“Masyarakat nyatanya tidak memutar uang itu, tetapi menginvestasikannya di properti.” Jelasnya.
Baca Juga: FLS3N 2026 Hadirkan Lomba Film Pendek, Siswa Ditantang Berkisah Lewat Micro Movie Inspiratif
Raymond Chin menjeda dulu pembahasannya mengenai investasi uang pemberian pemerintah. Raymond Chin langsung membahas mengenai inflasi dan pengetatan pada bagian 2.
Pada bagian ini Raymond Chin membahas konsep ekonomi dasar yang sering didengar ketika masih sekolah, yaitu konsep inflasi. Ketika peredaran uang terlalu banyak, dampak menakutkannya adalah harga-harga naik.
Karena itu, pemerintah tiap negara memutuskan untuk mengambil kebijakan pengetatan. Solusi yang diambil tersebut berkenaan dengan penarikan uang yang beredar di masyarakat.
Cara yang diambil pemerintah tiap negara adalah menaikkan suku bunga.
“Hanya tentu saja ada plus minusnya. Ketika orang memilih untuk menyimpan uang di bank karena suku bunga naik. Maka, utang dan pinjaman pun bunganya akan naik. Dan itu impact-nya besar sekali terhadap masyarakat.” Jelasnya.
Selanjutnya, pada bagian 3, Raymond Chin membahas sedikit tentang dampak perang terhadap ekonomi dunia.
Menurutnya, ketika semua negara mengembargo Rusia. Nyatanya, Rusia tidak tinggal diam. Seluruh dunia merasakan bahwa Rusia merupakan penghasil sumber daya alam terbesar untuk kehidupan seluruh dunia. Akibatnya, banyak negara Eropa yang lumpuh karena krisis energi dan pangan.
Baca Juga: Kajian Surat An Nissa ayat 136: Mewujudkan Keseimbangan Hidup
Ketika sudah terjadi krisis energi dan pangan, bencana kemiskinan semakin cepat terjadi di masyarakat. Pada bagian 4, Raymond Chin lebih menguraikan fakta-fakta di negara-negara Eropa yang bangkrut.
Pada bagian 5, Raymond Chin menyampaikan kengerian ekonomi yang paling parah, yaitu Housing Crash. Konsep ini merupakan lanjutan langsung dari bagian pertama yang dibahas sebelumnya.
“Mayoritas orang asetnya adalah rumah. Dan jika suku bunga tinggi, maka orang akan kesulitan membayar Kredit Pemilikan Rumah (KPR).” Jelasnya.
Karena di awal, masyarakat sudah menginvestasikan uang ke properti, sedangkan bantuan dari pemerintah itu tidak permanen, maka banyak masyarakat yang kehilangan asetnya.(*)
(Telah dimuat di: https://www.nongkrong.co/peristiwa/pr-4315014255/waspada-kehancuran-ekonomi-dunia-tahun-2023-kenali-sebab-dan-akibatnya?page=2 pada tanggal 4 Oktober 2022)

Manfaat Air Putih Bagi Tubuh Manusia
Wow, Berikut Ini Adalah 5 Selebritas Peraih Penghargaan Tokoh Muda Berpengaruh Indonesia 2023
Belajar Dari Unggahan Zaskia Adya Mecca, Berikut adalah Manfaat Kencur dan Bawang Merah untuk Kesehatan
Kemdikbud Umumkan Pembatalan 3.043 Calon ASN PPPK Tahun 2022
Kemenkominfo: Kami akan Selidiki OpenAI ChatGPT
Kajian Surat Al Mulk ayat 2: Menyelami Makna Kematian
Resep Rahasia Pepes Ikan Mas, Masakan Sederhana Rasa Highclass
4 thoughts on “Waspada Kehancuran Ekonomi Dunia tahun 2023, Kenali Sebab dan Akibatnya”