PANJI-PRATAMA.COM – Hari Kemerdekaan Republik Indonesia telah sepekan berlalu. Namun, euforianya masih tetap terjaga hingga saat ini.
Hal tersebut terjadi karena masyarakat Indonesia telah menjadikan bulan Agustus sebagai sarana untuk memaknai kembali kata “kemerdekaan”.
Di lain sisi, ada pula sebagian umat Islam yang memaknai Hari Kemerdekaan ini sebagai ladang untuk memperkuat keimanan dan keamanan.
Prof. DR. KH. Sofyan Sauri, M.Pd. memaparkan kajian tersebut berdasarkan QS Al Zariyat ayat 56.
Dalam kuliah subuhnya, beliau mengambil tema: “Menyelami Makna Kemerdekaan dalam Menguatkan Keimanan dan Keamanan”.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Al Zariyat: 56)
Pada bagian awal, Prof. Sofyan mencoba menguraikan asal-muasal ayat ini berdasarkan interpretasi para mufasir.
Dalam Tafsir At-Tahrir wa At-Tanwir dijelaskan bahwa QS Al Zariyat ayat 56 berhubungan dengan kewajiban ciptaan Allah, yaitu jin dan manusia, yang dibebani untuk beribadah kepada Allah Swt.
Lebih lanjut, dalam kitab Tafsir As-Sa’di dijelaskan bahwa tujuan Allah Swt. mengutus semua rasul adalah untuk menyeru kepada seluruh ciptaan Allah Swt., termasuk kepada golongan jin.
Baca Juga: Program Festival dan Lomba Apresiasi Film Dipelopori Kemdikbudristek
Tujuan tersebut adalah menyembah Allah yang mencakup berilmu tentang Allah, mencintai-Nya, kembali kepada-Nya, menghadap kepada-Nya, dan berpaling dari selain-Nya.
Penyebutan jin terlebih dahulu atas manusia pada ayat ini, didasari pada waktu penciptaan. Di mana penciptaan jin lebih dahulu dibandingkan dengan manusia.
Bukankah ketika Allah menciptakan Nabi Adam AS., para makhluk yang lebih dahulu diciptakan diperintahkan untuk sujud sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan manusia sebagai makhluk baru.
Di antara yang diperintahkan adalah Iblis, dari golongan jin.
Namun demikian, masih sangat banyak manusia yang malah terjerumus ke dalam syirik dan menyembah selain Allah Swt., seperti menyembah golongan jin. Padahal jin pun beribadah hanya kepada Allah Swt.
“Dengan demikian, ayat ini merupakan pesan penting khususnya bagi manusia agar dalam menjalani kehidupan tidak dilepaskan dari hakikat penciptaan-Nya. Sebab itu, segala aktivitasnya harus dilandasi niat ibadah. Makna ibadah dalam konteks kehidupan tidak terbatas pada aspek-aspek khusus, seperti salat, zakat, puasa, dan haji, melainkan mencakup semua aspek kehidupan,” urai Prof. Sofyan kepada hadirin yang menyaksikan ceramahnya.
Maka, jika dikaitkan dengan makna kemerdekaan di bulan ini, Prof. Sofyan mengajak para umat Islam untuk dapat menemukan arti kemerdekaan yang sebenarnya.
“Kemerdekaan itu adalah jika umat Islam mampu terbebas dari semua belenggu yang berasal dari godaan setan dan hawa nafsu dan mengembalikan segala sesuatu kepada aturan Allah.” Jelasnya.
Yang harus diingat adalah kemerdekaan itu adalah pertolongan Allah Swt..
Hal ini sesuai dengan makna QS Al Anfal ayat 17 yang berbunyi:
“Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (Al Anfal: 17)
Maka dari itu, dalam menguatkan keimanan dan kemerdekaan dari penghambaan selain kepada Allah Swt., kita dilarang menghambakan diri kepada hawa nafsu yang terdapat dalam diri manusia.
Baca Juga: Sedang Trending, Indonesia Menjadi Negara Paling Indah di Dunia
Allah berfirman dalam QS Al Furqan ayat 43, yang artinya:
“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” (QS. Al-Furqan: 43).
Lalu, apa yang harus umat Islam di bumi Indonesia lakukan untuk menguatkan keimanan dan keamanan dalam rangka mengisi kemerdekaan?
“Jadi, secara umum, ada enam hal yang bisa dilakukan untuk mengisi kemerdekaan ini.” Ulas Prof. Sofyan.
Enam hal tersebut adalah:
- Semangat cinta tanah air (hubbul wathan).
Hal ini sesuai dengan HR Ibnu Hibban, yang artinya: “Dari Ibnu Abbas RA ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, ‘Alangkah baiknya engkau (Makkah) sebagai sebuah negeri, dan engkau merupakan negeri yang paling aku cintai. Seandainya kaumku tidak mengusirku dari engkau, niscaya aku tidak tinggal di negeri selainmu’”;
- Bersyukur dan merawat situasi kemerdekaan.
Hal ini sesuai dengan QS Ibrahim ayat 7, yang artinya: “Ketika Tuhan memberi izin kepada kalian, seandainya kalian bersyukur maka benar-benar akan saya tambahkan nikmat kalian dan apabila kalian kufur sesungguhnya siksaku sangatlah pedih.” (QS Ibrahim: 7);
- Menyiapkan bekal untuk masa depan yang gemilang.
Hal ini sesuai dengan QS Al Hasyr ayat 18, yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Hasyr: 18);
- Berpegang teguh pada agama Allah dan tidak bercerai-berai.
Hal ini sesuai dengan QS Ali Imran ayat 103, yang artinya: “Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (QS Ali Imran: 103); dan
Senantiasa memohon pertolongan Allah Swt.
Hal ini sesuai dengan QS Al Anfal ayat 9, yang artinya: “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS Al Anfal: 9)
Mempersiapkan generasi yang kuat.
Hal ini sesuai dengan QS An Nisa ayat 9, yang artinya: Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar.” (QS An Nisa: 9)
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (QS Al Baqarah ayat 126)
Wallahualam. (*)
*) Tulisan ini telah dimuat di https://www.nongkrong.co/lifestyle/pr-4314268113/kajian-surat-al-zariyat-ayat-56-makna-kemerdekaan-sebagai-penguat-keimanan-dan-keamanan?page=3 pada tanggal 26 Agustus 2022.

Manfaat Air Putih Bagi Tubuh Manusia
Wow, Berikut Ini Adalah 5 Selebritas Peraih Penghargaan Tokoh Muda Berpengaruh Indonesia 2023
Belajar Dari Unggahan Zaskia Adya Mecca, Berikut adalah Manfaat Kencur dan Bawang Merah untuk Kesehatan
Kemdikbud Umumkan Pembatalan 3.043 Calon ASN PPPK Tahun 2022
Kemenkominfo: Kami akan Selidiki OpenAI ChatGPT
Kajian Surat Al Mulk ayat 2: Menyelami Makna Kematian
Resep Rahasia Gado-Gado Kaki lima, Simpel Tapi Enaknya Lama