PANJI-PRATAMA.COM – Pembaca novel-novel thriller pasti sudah tidak asing lagi dengan nama-nama besar seperti Stephen King, ES Ito, Ruwi Meita, atau Ayu Welirang. Ternyata, kesuksesan novel mereka tidak terlepas dari kepiawaian penulisnya dalam mengemas tokoh dan karakter novelnya.
Sayangnya, bagi para penulis pemula, tidak mudah untuk menyusun karakter kuat dalam sebuah karya novel. Apalagi, jika harus menulis novel bergenre thriller yang termasuk genre yang mempunyai alur dan suspense yang unik.
Ternyata, ada 7 arketipe karakter yang bisa dirumuskan dan digunakan sebagai dasar menyusun karakter tokoh dalam novel. Tujuh arketipe ini bisa diikuti oleh semua penulis loh.
Baca Juga: Ulangan Harian Narrative Text
Dikutip dari akun instagram penulis thriller Indonesia, @ayuwelirang, arketipe adalah model atau pola. Hampir sama pengertiannya dengan prototipe, arketipe lebih kepada pola dasar yang bisa dikembangkan.
Jadi bagaimana 7 arketipe karakter dalam novel thriller itu? Mari kita simak bahasannya di berikut ini.
1. The Hero
The Hero adalah karakter utama dalam novel thriller. Misalnya, pada novel-novel karya Dan Brown, kita kenal seorang ‘jagoan’ bernama Dr. Robert Langdon. Pada novel The Lost Symbol, Angels & Demons, dan The Davinci Code, karakter Robert Langdon menjadi karakter yang paling menonjol.
Ciri paling utama karakter The Hero adalah keaktifan tokoh tersebut dalam memecahkan kasus yang menjadi inti utama cerita novel thriller. Biasanya, The Hero diberikan kemampuan khusus oleh sang kreatornya, yaitu penulis, agar tokoh tersebut dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
Baca Juga: Dragon Quest 11 Side Quest 11
2. The Villain
The Villain terkadang disebut juga sebagai antagonis, yaitu karakter yang akan menghambat ‘tokoh utama’ dalam menyelesaikan misi. Tahu karakter Vecna dalam serial Stranger Things? Nah, begitulah kiranya tokoh The Villain itu.
Dalam novel, ada karakter individu Pennywise dalam novel It karya Stephen King. Selain berupa sosok individual, The Villain juga terkadang berupa organisasi atau gerombolan. Contohnya adalah karakter Organisasi Hitam atau Kuro no Soshiki dalam serial Detective Conan.
Baca Juga: Cerpen: Duta Cintaku di Waigeo
3. Mentor
Mentor dalam novel thriller adalah sosok karakter yang menjadi ‘penolong’ dari tokoh utama. Biasanya berupa karakter bijak yang seringkali membantu tokoh utama memberikan ide-ide dalam memecahkan masalah. Terkadang karakter Mentor itu berupa tokoh tua atau tokoh roh yang sudah meninggal tetapi suaranya masih terdengar.
Dalam novel thriller-action legendaris Indonesia ada tokoh Sinto Gendeng yang menjadi mentor dari Wiro Sableng. Dalam novel karya almarhum Bastian Tito tersebut, sosok Sinto Gendeng selalu membantu Wiro Sableng dengan petuah-petuah ‘gila’-nya.
Baca Juga: Implementasi Kurmer
4. Love Interest
Love Interest adalah sosok karakter yang sering kali menjadi alasan tokoh utama harus menyelesaikan misi. Biasanya berupa karakter lelaki/perempuan yang disukai oleh tokoh utama. Dalam beberapa novel thriller, karakter Love Interest ini menjadikan cerita menjadi punya konflik berlapis.
Salah satu karakter Love Interest yang paling diingat pembaca thriller adalah tokoh Ran dalam serial Detective Conan. Tokoh yang disukai oleh Shinichi Kudo ini selalu membuat cerita menjadi ribet karena Shinichi Kudo harus menolong Ran atau menyelesaikan misinya. Pada akhirnya, penulis akan menemukan jalan tengah di akhir cerita.
Baca Juga: UTS Bindo 2025
5. The World
The World adalah bagian dari karakterisasi yang berupa latar. Konsepnya berupa dunia atau semesta yang penulis ciptakan. Dalam novel-novel thriller The World dapat diilhami dari kejadian fakta, seperti lokalitas di mana sebuah TKP kasus pembunuhan terjadi. Namun demikian, ada juga penulis yang menciptakan The World-nya sendiri.
Salah satu The World ciptaan yang paling sukses ada dalam novel The Hunger Games karya Suzzane Collins. Dalam novel thriller sci-fi ini, semua tokoh-tokohnya berada dalam semesta ciptaan yang unik. Semesta itu ada yang berupa artifisial yang dipakai untuk permainan Hunger Games, maupun berupa dunia nyata yaitu daerah distrik-distrik di mana masyarakat dalam novel dipetakan.
6. Friend or Family
Friend or Family adalah tokoh-tokoh pendukung di sekitar tokoh utama. Dalam novel thriller, tokoh-tokoh ini biasanya ada di awal cerita atau terkadang menjadi sidekick dari tokoh utama sepanjang cerita.
Dalam novel thriller karya Ayu Welirang berjudul Cipher, karakter ini adalah para peretas AWANAMA.
Baca Juga: TO Antropologi 2025 Bagian II
7. Korban
Korban bisa jadi hanya muncul selintas saja. Namun, dalam novel thriller, korban ini bisa sama posisinya dengan tokoh utama. Karena korban ini dapat memicu ke mana tokoh utama bergerak dan menentukan arah misinya.
Dalam novel Perkamen Sanada karya Panji Pratama, korban yang bernama Lasmidjan adalah ayah dari tokoh utama Ahmad Midjan. Lasmidjan memang muncul selintas dan tewas sejak awal cerita, tetapi tokoh utama tetap menjadi ‘dampak’ dan ‘sebab’ dari konflik utama dalam cerita.
Demikianlah 7 akrtipe karakter yang bisa membangun novel thriller menjadi best seller.(*)
*) Tulisan ini telah dimuat di https://www.nongkrong.co/apresiasi/pr-4313911383/catat-7-karakter-ini-untuk-membangun-novel-thriller-jadi-best-seller?page=3 pada tanggal 18 Juli 2022.

Manfaat Air Putih Bagi Tubuh Manusia
Wow, Berikut Ini Adalah 5 Selebritas Peraih Penghargaan Tokoh Muda Berpengaruh Indonesia 2023
Belajar Dari Unggahan Zaskia Adya Mecca, Berikut adalah Manfaat Kencur dan Bawang Merah untuk Kesehatan
Kemdikbud Umumkan Pembatalan 3.043 Calon ASN PPPK Tahun 2022
Kemenkominfo: Kami akan Selidiki OpenAI ChatGPT
Kajian Surat Al Mulk ayat 2: Menyelami Makna Kematian
Resep Rahasia Sup Jagung Wortel, Masakan Hemat gak Bikin Kesel