Modul Ajar Teks LHO Bagian 2

1.2 Membaca dan Membandingkan Informasi dalam Teks LHO

Modul Ajar Teks LHO Bagian 2 merupakan modul ajar untuk pembelajaran materi teks LHO. Isinya berupa ATP 1.2 Membaca dan Membandingkan Informasi dalam Teks LHO. Saya telah menyusun model ajar ini berdasarkan analisis dan penyesuaian terhadap kondisi siswa di tahun ajaran 2023-2024. Maka dari itu, saya sangat merekomendasikan modul ajar ini sebagai alternatif selain modul ajar dari pemerintah.  

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi Modul Ajar Teks LHO Bagian 2 ini, kamu dapat memahami informasi pada teks laporan dan menilai akurasi serta kualitas data dalam laporan hasil observasi. Kamu juga dapat menggunakan informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan informasi pada teks eksplanasi sebagai pembanding.

Kata Kunci

  • Teks Laporan Hasil Observasi
  • Teks Eksplanasi
  • Membandingkan Informasi
  • Bahasa Ilmiah
  • Makna Kata

Profil Pelajar Pancasila

  • Berakhlak Mulia
  • Bernalar kritis
  • Kreatif
  • Mandiri

Apersepsi

Generasi kreatif, sebelum Modul Ajar Teks LHO Bagian 2, subbab sebelumnya memaparkan tentang teks “Eceng Gondok” dan mengenal apa itu Teks LHO.

Sekarang, coba deh kamu perhatikan kembali teks itu. Ternyata, teks “Eceng Gondok” tersebut menguraikan tentang topik “Definisi, Ciri-ciri, dan Manfaat Eceng Gondok”.

Tentunya, ada cara tersendiri untuk menemukan topik sebuah teks. Kamu dapat mengidentifikasi sebuah topik teks melalui rumus JuKI (Judul, Kata Kunci, Ilustrasi).
Judul Ketika akan mengidentifikasi sebuah teks, coba kamu perhatikan judul yang ada. Penulis tentu memberikan judul sesuai dengan isi di dalamnya. Judul Teks Laporan Hasil Observasi pada subbab sebelumnya adalah “Eceng Gondok”.
Kata Kunci Pada teks “Eceng Gondok” ada 6 buah paragraf. Dari sekian paragraf tersebut, kamu akan menemukan kata-kata yang mengalami perulangan. Kata-kata tersebut merupakan kata kunci yang dipilih penulis untuk pembaca perhatikan. Kata kunci yang sering muncul dalam teks “Eceng Gondok” adalah eceng gondok, bentuk, tanaman air, dan lingkungan.
Ilustrasi Ilustrasi membantu pembaca dalam memahami pendeskripsian isi bacaan. Oleh sebab itu, kamu perlu memperhatikan juga ilustrasi yang tersaji untuk mendukung Teks Laporan Hasil Observasi tersebut. Ilustrasi yang mendukung teks tersebut adalah tanaman eceng gondok di rawa.

Berdasarkan rumus tersebut, kamu dapat menyimpulkan bahwa teks berjudul “Eceng Gondok” mempunyai topik “Ciri-ciri dan Manfaat Eceng Gondok”.

Pertanyaan Pemantik

  1. Pernahkah kamu membaca teks tentang kerusakan lingkungan?
  2. Apa saja sih informasi yang kamu dapatkan dari teks tersebut?
  3. Apakah data yang disampaikan dalam teks tersebut sesuai dengan kondisi yang nyata?
  4. Kalau begitu, apakah Teks Laporan Hasil Observasi berasal dari sebuah penelitian ilmiah?
  5. Coba sebutkan kata-kata ilmiah yang ada dalam Teks “Eceng Gondok”?

Uraian Materi

Pada bagian apersepsi, kamu mendapatkan rumus baru mengenai cara mengidentifikasi sebuah teks Laporan Hasil Observasi. Setelah mengidentifikasi topik sebuah teks, kamu pun perlu mengidentifikasi tujuan dari pembuatan teks tersebut.

Kegiatan I

Secara umum, Teks Laporan Hasil Observasi mempunyai lima tujuan utama, yaitu:
1. Menyelesaikan suatu persoalan yang sedang terjadi.
2. Menemukan alternatif solusi dari sebuah permasalahan.
3. Menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.
4. Mengevaluasi suatu barang atau fenomena.
5. Mengetahui perkembangan suatu peristiwa.

Nah, sebelumnya kamu sudah menyimpulkan bahwa teks berjudul “Eceng Gondok” tersebut topiknya adalah tentang “Ciri-ciri dan Manfaat Eceng Gondok”.

Maka, tujuan utama penulisan teks tersebut adalah untuk menemukan menemukan alternatif solusi dari sebuah permasalahan. Permasalahan yang dimaksud di dalam teks tersebut adalah masalah lingkungan.

Nah, untuk mencapai tujuan utama dalam sebuah Laporan Hasil Observasi, tentunya kamu harus melengkapi laporanmu dengan sajian data yang akurat. Agar kamu paham mengenai menyajikan data yang akurat dalam laporan, kamu perlu juga membandingkan cara penyajian tema yang sama dalam jenis teks berbeda.

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan pembanding Teks Eksplanasi. Teks eksplanasi sendiri merupakan teks yang menjelaskan proses bagaimana dan mengapa suatu fenomena terjadi, baik fenomena alam maupun fenomena sosial.

Berikut ini, kamu akan membaca Teks Ekplanasi yang menjelaskan fenomena kerusakan lingkungan. Hal yang menjadi akibat dari fenomena tersebut adalah aktivitas manusia.

Eutrofikasi 

Salah satu dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas manusia adalah eutrofikasi. Eutrofikasi merupakan salah satu masalah ekologi serius yang mengancam kebersihan dan kesehatan sumber daya air terbuka. Biasanya eutrofikasi dicirikan dengan tumbuh suburnya eceng gondok.

Munculnya eutrofikasi pada sumber air ini tentu memberikan berbagai dampak buruk pada lingkungan. Dilansir dari Conserve Energy Future, ada beberapa penyebab dan dampak lingkungan dari eutrofikasi.

Penyebab eutrofikasi ini tidak lain karena aktivitas manusia yang menggunakan pupuk nitrat dan fosfat hingga memicu pertumbuhan tanaman padat yang menutupi permukaan air. Bukan hanya itu, penyebab eutrofikasi pada air juga berasal dari pembuangan limbah industri ke perairan, budidaya akuakultur, hingga peristiwa alam seperti banjir.

Gambar 1 Eceng Gondok sebagai Ciri Eutrofikasi
(Sumber: https://www.merdeka.com/jateng/penyebab-eutrofikasi-pada-lingkungan-air-ketahui-berbagai-dampak-lingkungannya-kln.html?page=2)

 

Setelah mengetahui beberapa penyebab eutrofikasi pada lingkungan air, terdapat beberapa dampak yang perlu diwaspadai akibat kondisi ini. Pertama, eutrofikasi menyebabkan kelimpahan zat partikulat seperti fitoplankton, zooplankton, bakteri, jamur dan puing-puing yang kekeruhan dan pewarnaan air bergantung.

Selanjutnya, meningkatnya bahan kimia anorganik seperti amonia, nitrit, hidrogen sulfide dapat menyebabkan pembentukan zat berbahaya seperti nitrosamin yang mempengaruhi industri pengolahan air minum.

Lalu, tumbuhnya tanaman padat di permukaan air seperti eceng gondok menyebabkan jumlah oksigen terlalut semakin terbatas sehingga bisa mengancam kelangsungan hidup spesies hewan dan tumbuhan lain di dalam air.

Keempat, ketika oksigen terlarut mencapai tingkat hipoksia, spesies hewan dan tumbuhan di bawah air, seperti udang, ikan, dan biota air lainnya mati lemas. Dalam kasus ekstrem, kondisi anaerobik mendorong pertumbuhan bakteri yang menghasilkan racun yang mematikan bagi mamalia laut dan burung.

Kelima, tumbuhnya fitoplankton akibat eutrofikasi juga menyebabkan berkurangnya penetrasi cahaya ke dalam perairan yang lebih dalam . Hal ini dapat menyebabkan zona mati air, hilangnya kehidupan air, dan mengurangi keanekaragaman hayati. Proses eutrofikasi menyebabkan penurunan kualitas air dan terbatasnya akses air yang aman untuk dikonsumsi.

Selain lima dampak tersebut, eutrofikasi dapat melepaskan racun yang sangat kuat di dalam air. Kondisi anaerobik yang berasal dari tanaman air ini juga menghasilkan senyawa beracun. Jika dikonsumsi, ini akan menyebabkan kematian pada hewan maupun manusia.

Dengan adanya hal-hal tersebut patut diperhatikan bahwa jika diabaikan, tentu proses eutrofikasi ini dapat mengancam kelangsungan makhluk hidup di dalam air dan kebersihan sumber air yang semakin buruk.

(Sumber: https://www.merdeka.com/jateng/penyebab-eutrofikasi-pada-lingkungan-air-ketahui-berbagai-dampak-lingkungannya-kln.html?page=2)

Tugas Kelompok

Sebagai latihan membaca, mengevaluasi, menginterpretasi, dan menilai akurasi data serta membandingkan cara penyajian tema pada jenis teks yang berbeda, coba kamu dan temanmu bandingkan informasi yang terdapat pada Teks Laporan Hasil Observasi “Eceng Gondok” dengan informasi pada Teks Eksplanasi “Eutrofikasi”.

Silakan isikan pada contoh bentuk tabel berikut!
Informasi pada Teks Laporan Hasil Observasi “Eceng Gondok”  Informasi pada Teks Eksplanasi “Eutrofikasi”
Eceng Gondok dapat berkembang biak dengan sangat cepat sehingga sering dianggap sebagai gulma yang bisa merusak tatanan lingkungan perairan. (paragraf 4) Eutrofikasi dicirikan dengan tumbuh suburnya eceng gondok. (paragraf 1)

Salin dan cetak tugas kelompok tersebut pada kertas A4 dan kumpulkan kepada guru Bahasa Indonesiamu!

 

Kegiatan II

Pada Kegiatan I Modul Ajar Teks LHO Bagian 2, kamu telah membaca dan mengevaluasi isi Teks LHO. Kamu pun telah mempelajari cara menilai akurasi data dari informasi yang disajikan. Setelah itu, kamu juga telah membandingkan cara penyajian tema pada jenis teks yang berbeda, yaitu antara Teks Laporan Hasil Observasi dengan Teks Eksplanasi.

Selain itu, kamu telah memahami bahwa ternyata dalam sebuah teks LHO itu terdapat sebuah ciri bahasa yang sangat menonjol. Ciri bahasa tersebut adalah penggunaan bahasa ilmiah. Alasannya, karena Teks Laporan Hasil Observasi itu sendiri termasuk ke dalam jenis teks ilmiah.

Sebetulnya, apa sih perbedaan bahasa ilmiah dengan bahasa sehari-hari atau bahasa populer? Untuk lebih jelasnya kamu bisa melihat perbandingannya pada infografis berikut ini!

Gambar 2 Bahasa Ilmiah vs Bahasa Populer
(Sumber: https://www.canva.com)

Coba kamu baca kembali Teks Laporan Hasil Observasi berjudul “Eceng Gondok”. Pada teks tersebut, kamu menemukan beberapa istilah-istilah bermakna lugas seperti berikut: spesies, ekspedisi, atau nutrisi.

Nah, penggunaan istilah-istilah tersebut tidak terlalu sering. Apalagi dalam ragam bahasa populer atau percakapan sehari-hari. Maka, untuk memahami arti kata-kata ilmiah yang penggunaannya jarang dalam percakapan sehari-hari tersebut, kamu dapat menggunakan cara-cara berikut ini:

Makna atau arti kata dalam ragam bahasa ilmiah sering kali dijelaskan secara langsung atau tersurat dalam teks. Contohnya:

Eceng gondok atau enceng gondok adalah tanaman air yang hidup mengapung dengan nama ilmiah Eichhornia crassipes.

Makna atau arti kata dapat kamu temukan dari penjelasan secara tidak langsung dalam teks. Contohnya:

Tumbuhan air ini dapat berkembang biak dengan sangat cepat sehingga sering dianggap sebagai gulma yang bisa merusak tatanan lingkungan perairan.

Dari teks tersebut, kamu dapat menyimpulkan bahwa arti dari gulma adalah tumbuhan pengganggu.

Makna atau arti kata dapat kamu temukan melalui alat bantu seperti kamus, ensiklopedia, atau tesaurus. Kamu bisa mengunduh aplikasi KBBI V di toko aplikasi ponselmu seperti berikut:

Gambar 3 Aplikasi KBBI V di Toko Aplikasi
(Sumber: https://play.google.com/store/search?q=kbbi%20v&c=apps&hl=id-ID)

Atau langsung masuk ke website utama Kemdikbud di:

Gambar 4 Website KBBI Kemdikbud
(Sumber: https://kbbi.kemdikbud.go.id/)

Tugas Individu

Coba deh kamu baca kembali teks berjudul “Apu-Apu”. Hal itu agar kamu lebih terlatih dalam memahami ciri bahasa ilmiah dalam Teks Laporan Hasil Observasi.

Lalu, carilah makna istilah-istilah berikut dengan memakai berbagai cara seperti yang admin uraikan sebelumnya.
Istilah yang Muncul Maknanya
1. family
2. genus
3. roset
4. stolon
5. bunga tongkol
6. generatif
7. vegetatif
8. bunga tongkol
9. radioaktif
10. obat herbal

Kumpulkan tugas individu tersebut pada buku tugasmu!

 

=========================================================================

Untuk membantu para guru dalam mencetak Modul Ajar Teks LHO Bagian 2, saya pun telah membuat modul ajar berbentuk E-Book yang dapat guru unduh. Silakan unduh di sini:

(tautan unduhan belum ada)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *