PANJI-PRATAMA.COM – Komitmen Indonesia dalam agenda Sustainability Waste Reduction di dunia telah menjadi perhitungan. Hal ini disampaikan oleh Konsul Jendral (Konjen) Republik Indonesia untuk Kota Kinabalu, Rafail Walangitan, pada Rabu (4/11) lalu.
Seperti diketahui bahwa program National Plastic Waste Reduction Strategic Actions for Indonesia telah menjadi isu nasional sejak tahun 2020. Program yang pertama kali digagas oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia tersebut menjadi inspirasi banyak intansi lainnya di Indonesia, tidak terkecuali di negeri tetangga, Malaysia.
“Di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, ini, terdapat satu Sekolah Indonesia Luar Negeri yaitu SIKK. Selain itu, terdapat 153 Community Learning Centre (CLC) yang tersebar di seluruh wilayah Sabah. Nah, melalui lembaga pendidikan ini, kami selalu berpesan kepada seluruh peserta didik agar mengambil aksi untuk membantu sustainability hidup di bumi,” ujar Rafail.
Baca Juga: Resep Rahasia Gado-Gado Kaki lima, Simpel Tapi Enaknya Lama
Menurut Rafail, program tersebut telah berjalan dan terintegerasi dalam kurikulum yang ada. Salah satu yang berhasil adalah perayaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan yang berpusat di kampus Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK).
Kegiatan yang didukung oleh segenap warga sekolah yang berlokasi di Kota Kinabalu tersebut, mengambil judul perayaan “Be a recycler, be a saver.”
Dalam perayaan tersebut sendiri, peserta didik memang diberikan keleluasaan untuk memamerkan hasil karya mereka yang berasal dari daur ulang sampah plastik. Karya peserta didik tidak hanya berupa seni kriya saja, tetapi juga sampai pada pembuatan robot.
“Salah satu karya peserta didik kami, yaitu dari kelompok A-9 adalah Robot Bank Sampah dari Sampah,” ujar Masayuki Nugroho, penanggung jawab program P5 pada level SMA di SIKK kepada nongkrong.co.
Menurut Masayuki, peserta didik di SIKK memiliki sikap gotong royong dan kreatif dalam mengelola sampah. Dengan demikian, meskipun jauh dari tanah air, tetapi generasi muda Indonesia ini telah menjadi contoh bagi dunia.
“Kami mulai dari tahap temukan, yaitu mengenali dan membangun kesadaran murid terhadap kemampuan diri sendiri dan peran diri di setiap kelompok, dan serta pemahaman Materi Pengolahan Sampah Anorganik,” tambah Fajar Mahfudin, selaku penanggung jawab program P5 Jenjang SMK di SIKK.
Baca Juga: Resep Rahasia Sup Jagung Wortel, Masakan Hemat gak Bikin Kesel
Keberhasilan peserta didik Indonesia dalam pameran P5 yang berlokasi di Malaysia tersebut tentu saja menjadi perhatian berbagai pihak, tidak terkecuali pihak Trash Hero World di Malaysia.
Karel Tuareh, aktivis Trash Hero World-Malaysia, mengaku bangga banyak generasi muda mengambil peran sebagai aktor yang terlibat langsung dalam keberlangsungan bumi.
“Tentu saja, kami senang sekali. Ini bukan lagi soal negara Indonesia dan Malaysia. Persoalan sampah plastik telah menjadi isu global. Jadi, apa yang dilakukan oleh siswa-siswi Indonesia tersebut dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi di Malaysia.” Ujar Karel.
Baca Juga: Resep Rahasia Pakis Tumis Serai, Hidangan Lezat di Kala Santai
Fanya sebagai perwakilan peserta didik dari SIKK mengaku sangat senang terlibat dengan kegiatan panen karya P5 berkonsep pengolahan sampah plastik tersebut.
Bahkan, dirinya tampak semangat dalam menjelaskan konsep karya yang dibuat kelompoknya kepada setiap pengunjung yang bertanya.
“Nama karya kami adalah Bank Sampah dari Sampah. Kami membuat tempat sampah dengan proses ecobrick dan menggunakan teknologi robotika.” jelasnya.
Konsep ecobrick ciptaan kelompoknya memadukan sampah botol plastik dan teknologi sensor otomatis yang digerakan arduino dan micro controller.
Selain karya yang dipadukan robotika, masih banyak karya-karya lain yang dipamerkan. Selain mempunyai nilai estetika tinggi, karya-karya kelompok lain mempunyai nilai guna yang tinggi pula. (*)
(Pertama kali dimuat di: https://www.nongkrong.co/pendidikan/43110443792/komitmen-waste-reduction-konjen-ri-untuk-kota-kinabalu-saatnya-mengambil-peran-menjaga-bumi pada tanggal 9 Oktober 2023)

APKRES 2023: Meriahnya Kolaborasi Budaya dan Prestasi di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu
Cara Mengaktifkan Akun Bio ANBK 2023
Contoh Soal UKKJ Esai Jabatan Fungsional Guru
Wadahi Kreativitas Peserta Didik, SMA Negeri 1 Cikidang Adakan Even Gebyar Oknov
Bahasa Indonesia Ditetapkan sebagai Bahasa Resmi di Sidang Umum UNESCO