PANJI-PRATAMA.COM – Ghana telah mengkonfirmasi dua kasus pertama penyakit yang bersumber dari virus Marburg. Penyakit mematikan tersebut sangat menular dan punya kesamaan karakter dengan virus yang menyebabkan Ebola.
Bbc.com melaporkan dua pasien meninggal di rumah sakit di wilayah Ashanti Selatan belum lama ini. Para peneliti memverifikasi sampel darah dari jasad keduanya di Senegal. Hasilnya sangat mengejutkan, keduanya positif terjangkit virus Marburg.
Kasus di Ghana menjadi kabar penemuan kembali virus Marburg setelah pada tahun lalu virus itu muncul lagi di Guinea. Namun, pada kasus sebelumnya virus tersebut sempat menghilang setelah lima minggu menginfeksi.
Kemunculan yang terakhir ini membuat pemerintah-pemerintah di wilayah Afrika Barat segera waspada. Pemerintah mengarantina 98 orang karena telah melakukan kontak dengan pasien yang meninggal.
Sejarah penyakit ini sebetulnya sudah cukup lama. Peristiwa dua wabah besar pernah terjadi secara bersamaan di Marburg dan Frankfurt di Jerman serta di Beograd, Serbia, pada tahun 1967.
Baca Juga: Pengumuman 104 Karya Terbaik Lomba Pentigraf Kreavisiku
Setelah itu para epidemiolog melakukan penelitian. Mereka melaporkan bahwa wabah tersebut terjadi karena virus. Dari kota tempat teridentifikasi pertama kali tersebutlah, istilah virus Marburg berasal.
Pada awalnya, penyakit itu terkait dengan pekerjaan laboratorium di Jerman yang menggunakan monyet hijau Afrika (cercopithecus aethiops) sebagai hewan penelitian. Monyet hijau tersebut dari Uganda. Namun, pada dua dekade lalu, kasus penyakit sama juga teridentifikasi dapat terjadi oleh koloni kelelawar Rousettus.
Setelah kejadian di Jerman tersebut, wabah dan kasus sporadis lain muncul di banyak negara, seperti Angola, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Afrika Selatan, Zimbabwe, dan Uganda.
Seseorang yang terinfeksi virus Marburg, dapat menularkankannya ke orang lain melalui kontak langsung seperti melalui kulit yang rusak atau selaput lendir. Dapat juga menyebar melalui darah, sekresi, organ atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi. Bahkan, dapat juga tertular melalui permukaan dan bahan seperti tempat tidur atau pakaian yang terkontaminasi dengan cairan bervirus ini.
Masa inkubasi dari virus ini sekitar 2 sampai dengan 21 hari. Kemungkinan besar perbedaan inkubasi terkait dengan dosis infeksi dan rute infeksi. Namun, penularan tidak terjadi selama masa inkubasi.
Gejala klinis dari penyakit virus Marburg dapat dibagi menjadi tiga fase, yaitu fase umum pertama (hari 1-4), fase organ awal (hari 5-13), dan fase stadium lanjut (hari 13+).
Baca Juga: TKA Bahasa Indonesia 2025
Pada tahap terakhir ini, perawatan intensif dapat mempertahankan nyawa pasien sampai virus dapat diberantas. Orang yang selamat jarang menunjukkan gejala penyakit yang paling parah dan mungkin tidak pernah mencapai fase organ akhir.
Gejala flu yang tidak spesifik terjadi seperti demam tinggi (biasanya 39-40°C), sakit kepala parah, menggigil, mialgia, dan malaise. Pada 50-75% pasien, terjadi penurunan daya tahan tubuh yang cepat, ditandai dengan gejala gastrointestinal seperti anoreksia, ketidaknyamanan perut, mual parah, muntah, dan diare, yang terjadi dalam 2-5 hari.
Intensitas penyakit meningkat pada hari 5-7, dengan ruam makulopapular dan gejala demam berdarah, seperti petechiae, perdarahan mukosa dan gastrointestinal, serta perdarahan dari tempat pungsi vena.
Baca Juga: TKA Bahasa Inggris Tingkat Lanjut 2025
Bahkan, gejala neurologis seperti disorientasi, agitasi, kejang, dan koma, dapat terjadi pada stadium lanjut penyakit. Selain itu, terdapat juga kekhawatiran lain yang lebih parah seperti nyeri sendi, uveitis, orkitis, hepatitis berulang, perikarditis dan disfungsi mental.(*)
*) Tulisan ini telah dimuat di https://www.nongkrong.co/peristiwa/pr-4313919854/kembali-muncul-virus-mematikan-di-ghana-kenali-dan-waspada?page=2 pada tanggal 19 Juli 2022.

Waspada Ancaman Virus B yang Menular pada Manusia
Biden Mengultimatum Netanyahu Soal Perlindungan di Gaza
Gempa Bumi Dahsyat Melanda Taiwan: Korban Meninggal Diprediksi Terus Bertambah
Kemendikbudristek Menjamin Bahwa Pramuka Tetap Merupakan Ekstrakurikuler Wajib yang Harus Disediakan Sekolah
Gus Yahya Melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi Masa Khidmat 2024 – 2029
2 thoughts on “Kembali Muncul Virus Mematikan di Ghana, Kenali dan Waspada”