PANJI-PRATAMA.COM – Taiwan dilanda tragedi besar pada Rabu (03/04), ketika gempa bumi dahsyat dengan kekuatan mencapai 7,4 skala Richter mengguncang pantai timur pulau tersebut.
Tragedi ini telah menelan korban jiwa, dengan setidaknya sembilan orang dilaporkan meninggal dunia, dan jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah.
Data resmi menunjukkan bahwa sebanyak 711 orang mengalami luka-luka akibat gempa bumi tersebut, sementara 127 orang lainnya masih dilaporkan hilang dalam reruntuhan.
Situasi semakin memprihatinkan karena 77 orang terjebak di dalam terowongan Jinwen dan Daqinqshui di bawah pegunungan wilayah Hualien, menurut pernyataan dari Dinas Pemadam Kebakaran.
Kejadian tragis ini juga melibatkan 50 orang lainnya yang terperangkap di dalam empat minibus saat melakukan perjalanan dari Kota Hualien ke Taman Nasional Taroko.
Mereka adalah staf yang hendak dibawa ke Hotel Silks Place Taroko, menjelang libur selama empat hari dari Kamis hingga Minggu.
Gempa bumi mengakibatkan runtuhnya banyak bangunan di kota Hualien, yang merupakan kota terdekat dengan pusat gempa.
Selain itu, longsor bukit juga melanda wilayah tersebut, meningkatkan kerumitan operasi penyelamatan.
Rekaman video di media sosial memperlihatkan momen ketegangan ketika bangunan-bangunan runtuh dan tanah bergoyang.
Direktur Pusat Seismografi Taiwan, Wu Chien Fu, menyatakan bahwa gempa ini merupakan yang terbesar dalam 25 tahun terakhir, dan getarannya bahkan dirasakan hingga Jepang dan Filipina.
Menurut survei geologi Amerika Serikat, pusat gempa berada sekitar 18 kilometer dari kota Hualien, Taiwan.
Gempa bumi tersebut, yang terjadi pada pukul 07:58 waktu setempat, memicu setidaknya sembilan gempa susulan dengan kekuatan 4 atau lebih besar, menambah ketegangan dan kerusakan yang dialami oleh masyarakat Taiwan dalam bencana ini.
Upaya penyelamatan terus berlangsung dengan harapan menemukan lebih banyak korban yang selamat dari reruntuhan dan kerusakan yang disebabkan oleh gempa tersebut.(*)

Kelaparan Akut Mengancam Gaza, 500.000 Nyawa dalam Bahaya
FEATURE: Bersama Lilmaghrib, Sukabumi Dikenal sebagai Daerah yang Someah dan Merenah
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti: Semua Anak Di Mana Pun Berada Perlu diberikan Hak Pendidikan yang Bermutu
Joseph Earl Thomas meraih Penghargaan Novel Pertama 2024 dari The Center for Fiction Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Joseph Earl Thomas meraih Penghargaan Novel Pertama 2024 dari The Center for Fiction
Puncak Acara Hadiah Puisi K. Bali 2024, Hari Raya Penyair di Sabah
Dewan Bandaraya Kota Kinabalu Selenggarakan Lomba Puisi Peringati 49 Tahun Tragedi Double Six
Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIII: Puisi untuk Perdamaian dan Persaudaraan