PANJI-PRATAMA.COM – Pria dengan wig gimbal itu terlihat cengegesan. Kiri kanan mulutnya penuh dengan mie yang bergelantungan persis seperti rambutnya saat ini. Sambil sesekali menyeruput kuah mie itu, pria itu sesekali menatap sosok perempuan di sebelahnya yang sedang menyapa ke arah kamera.
Pria lucu itu dipanggil netizen sebagai Lilmaghrib. Dia bukanlah rapper kebangsaan Amerika, tetapi seorang konten kreator humoris yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia.
Dengan tagline “Sukabumi Someah konten Sunda janten Merenah” yang berarti “Sukabumi Ramah konten Sunda menjadi Asik”, Lilmaghrib menjadi konten kreator yang cukup terpandang di Sukabumi sejak kemunculannya pertama kali di awal tahun 2024.
Namun, yang menarik dari Lilmaghrib ini adalah keyakinannya untuk membantu UMKM dan Pariwisata Sukabumi agar dikenal banyak orang. Hal itu dibuktikan dengan banyak kontennya yang menggunakan alam Sukabumi serta produk-produk asli Sukabumi yang belum tereksplor.
Maka, sejak setahun ini Sukabumi semakin dikenal sebagai daerah wisata yang ramah dan menyenangkan. Hal ini tentu saja tak lepas dari peran influencer media sosial seperti Lilmaghrib.
Yup, sosok yang dikenal sebagai konten kreator humoris ini kerap membawakan cerita tentang kehangatan dan keramahan masyarakat setempat, mengangkat citra kota ini sebagai destinasi wisata yang ‘someah’—istilah Sunda yang berarti ramah dan bersahabat.
Baca Juga: Ada “Aksi Pembakaran” di P5 Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK)
Konten yang disajikan Lilmaghrib selalu ringan, namun mengena di hati penonton. Dengan gaya humor khasnya, ia berhasil membuat banyak netizen tertawa sekaligus terkesan dengan kehangatan masyarakat Sukabumi.
Tak heran, akun Instagramnya kini telah memiliki hampir 90 ribu pengikut, sebuah pencapaian yang menunjukkan besarnya pengaruhnya dalam mempromosikan daerah asalnya.
Salah satu daya tarik utama konten Lilmaghrib adalah penggunaan latar belakang alam Sukabumi yang asri dan menenangkan. Dalam berbagai unggahannya, pemandangan perbukitan hijau, sungai yang jernih, laut Sukabumi, serta suasana pedesaan yang damai menjadi elemen pendukung yang memperkaya visual kontennya.
Selain itu, Lilmaghrib juga kerap memperkenalkan berbagai kafe dan kedai kopi yang kini menjadi tren di kalangan anak muda. Tempat-tempat tersebut bukan hanya sekadar tempat bersantai, tetapi juga destinasi wisata yang menarik bagi mereka yang ingin melepaskan penat dari hiruk-pikuk perkotaan.
Namun, bukan hanya aspek hiburan yang disoroti oleh Lilmaghrib. Pada awal Desember lalu, ia juga terjun langsung menjadi sukarelawan di daerah Jampang yang dilanda bencana longsor. Bencana tersebut menyebabkan berbagai sektor kehidupan, termasuk ekonomi dan pariwisata, mengalami kemunduran.
Dalam perjalanannya ke Jampang, Lilmaghrib mendokumentasikan pengalamannya dan membagikannya dalam sebuah video berjudul “Saminggu di Jampang”. Video tersebut menjadi viral dan berhasil ditonton lebih dari 22 ribu kali, memperlihatkan kehidupan masyarakat setempat dengan logat khasnya yang unik dan menggelitik.
Baca Juga: Mendikdasmen, Abdul Mu’ti: Semua Anak Di Mana Pun Berada Perlu diberikan Hak Pendidikan yang Bermutu
Netizen tidak hanya terhibur, tetapi juga tertarik untuk mengunjungi Jampang secara langsung. Hal ini menjadi bukti bagaimana kekuatan media sosial dapat menghidupkan kembali gairah wisata suatu daerah, bahkan setelah dilanda musibah.
Selain Jampang, Sukabumi juga memiliki kekayaan alam yang luar biasa, salah satunya adalah Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Destinasi ini mengusung konsep konservasi, edukasi, serta pembangunan berkelanjutan yang menyelaraskan keanekaragaman geologi, hayati, dan budaya.
Dengan keberagaman potensi wisata ini, para pemangku kebijakan di Sukabumi perlu mempertimbangkan peran influencer sebagai strategi pemasaran yang lebih efektif di era digital. Lilmaghrib telah membuktikan bahwa kehadiran konten kreator mampu membawa dampak besar terhadap pariwisata daerah.
Setelah dilanda bencana akhir tahun lalu, Sukabumi tentu memerlukan upaya lebih gigih untuk membangkitkan sektor pariwisata, terutama di wilayah selatan. Media sosial bisa menjadi salah satu solusi utama dalam mempercepat pemulihan industri wisata.
Tidak hanya itu, Sukabumi masih memiliki banyak destinasi wisata lain yang belum tergarap maksimal. Dari pantai eksotis hingga pegunungan yang menawan, daerah ini memiliki potensi besar untuk menjadi permata wisata Indonesia.
Sebagai daerah penyangga ibu kota, sudah saatnya Sukabumi menegaskan identitasnya sebagai destinasi wisata yang ramah bagi para pelancong. Dengan keramahan penduduk lokal yang someah, wisatawan akan merasa lebih nyaman berkunjung dan menikmati pesona alam yang tersedia.
Baca Juga: 5 Pemain Keturunan di Skuad Garuda Putri tahun 2024
Meski demikian, perbaikan infrastruktur dan keamanan juga harus menjadi perhatian pemerintah. Aksi premanisme di beberapa kawasan wisata masih menjadi ancaman yang dapat menghambat perkembangan sektor ini di masa depan.
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dinas perhubungan, serta kepolisian perlu diperkuat guna menciptakan lingkungan wisata yang aman dan nyaman bagi semua pihak.
Sebagai langkah nyata, pemerintah bisa menjalin kerja sama lebih erat dengan influencer seperti Lilmaghrib. Dengan strategi pemasaran yang tepat, citra positif Sukabumi sebagai destinasi wisata someah dan merenah—nyaman dan menyenangkan—dapat lebih dikenal luas.
Media sosial telah membuka peluang besar bagi daerah-daerah dengan potensi wisata tinggi untuk lebih dikenal dunia. Dengan memanfaatkan platform digital, promosi wisata tidak lagi terbatas pada cara-cara konvensional, tetapi juga dapat menjangkau audiens yang lebih luas secara cepat dan efektif.
Dalam dunia yang serba digital ini, peran seorang konten kreator menjadi semakin penting. Bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menghidupkan kembali gairah wisata lokal.
Baca Juga: Puncak Acara Hadiah Puisi K. Bali 2024, Hari Raya Penyair di Sabah
Sukabumi telah membuktikan bahwa dengan sedikit sentuhan kreatif dari seorang influencer, sebuah daerah dapat berkembang pesat sebagai destinasi wisata yang ramah dan menarik.
Kini, tantangan selanjutnya adalah bagaimana menjadikan upaya ini sebagai strategi jangka panjang. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan komunitas digital, bukan tidak mungkin Sukabumi akan semakin bersinar di kancah pariwisata nasional maupun internasional.
Masa depan wisata yang cerah telah terbentang, tinggal bagaimana mengelolanya dengan bijak dan inovatif.(*)
(Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul ” Bersama Lilmaghrib, Sukabumi Dikenal sebagai Daerah yang Someah dan Merenah”
Baca selengkapnya di: https://www.nongkrong.co/opini/43114567088/bersama-lilmaghrib-sukabumi-dikenal-sebagai-daerah-yang-someah-dan-merenah?page=3)

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti: Semua Anak Di Mana Pun Berada Perlu diberikan Hak Pendidikan yang Bermutu
Joseph Earl Thomas meraih Penghargaan Novel Pertama 2024 dari The Center for Fiction Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Joseph Earl Thomas meraih Penghargaan Novel Pertama 2024 dari The Center for Fiction
Puncak Acara Hadiah Puisi K. Bali 2024, Hari Raya Penyair di Sabah
Sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda Berkunjung ke Sekolah Indonesia Kota Kinabalu
Penulis Thriller Indonesia, Chandra Bientang Tutup Usia
FEATURE: Bersama Lilmaghrib, Sukabumi Dikenal sebagai Daerah yang Someah dan Merenah