PANJI-PRATAMA.COM – Pada Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), terdapat program kegiatan yang menjadi unggulan. Kegiatan tersebut bernama Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Namun demikian, cukup banyak guru yang ditunjuk sebagai koordinator P5 belum memahami alur penyusunan kegiatan P5. Salah satu kesulitan tersebut berkenaan dengan cara menyusun program dari ide menjadi proposal.
P5 sendiri adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitarnya.
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) yang berbeda dengan pembelajaran berbasis proyek dalam program intrakurikuler di dalam kelas.
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar dalam situasi tidak formal, struktur belajar yang fleksibel, kegiatan belajar yang lebih interaktif, dan juga terlibat langsung dengan lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila.
Maka dari itu, untuk bisa memahami P5, para guru diharuskan terlebih dahulu memahami Profil Pelajaran Pancasila (P3).
Profil Pelajar Pancasila (P3) sendiri adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Ada enam ciri utama P3 yaitu (1) beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, (2) berkebhinekaan global, (3) bergotong royong, (4) mandiri, (5) bernalar kritis, dan (6) kreatif.
Baca Juga: Manchester City vs Liverpool: Gol Debut Nunez Sukses Genapkan Kemenangan The Reds
Agar lebih mudah memahami enam ciri P3 dalam panduan P5 tersebut, Anda dapat terlebih dahulu mempelajari Dimensi P3. Dengan demikian, Anda dapat menganalisis alur perkembangan P3 untuk dipakai membuat rancangan ide P5.
Sebetulnya, dalam perencanaan P5 dapat disusun sendiri oleh sekolah beserta tim pengembangnya. Namun demikian, guru yang ditunjuk sebagai koordinator P5 pun perlu memahami bagaimana alur menyusun proposal kegiatan P5 tersebut.
Namun demikian, ada empat hal dasar yang perlu guru ketahui terkait P5 tersebut, yaitu:
1. P5 mempunyai struktur pembelajaran yang fleksibel.
Maka dari itu, kegiatan P5 dapat dilaksanakan di luar jam pelajaran biasa. Bahkan, bisa dilaksanakan di hari libur.
2. P5 tidak terikat satu mata pelajaran.
Maka dari itu, kegiatan P5 tidak harus berkenaan dengan materi dalam pelajaran. Contoh kesalahan tersebut adalah menyusun laporan pengamatan kepompong dalam mapel Biologi, membuat vlog biografi tokoh dalam mapel Bahasa Indonesia, dan lainnya.
3. Bukan untuk mencapai CP bidang studi
Maka dari itu, P5 terlepas dari CP dan ATP yang diwajibkan disusun oleh guru mata pelajaran. Perlu diingat bahwa P5 bertujuan untuk mendalami minat, bakat, dan potensi peserta didik.
4. Memikirkan solusi tentang permasalahan
Maka dari itu, P5 harus kontekstual dan nyata sesuai dengan kekhasan lingkungan daerah tempat sekolah berasal. Misalnya, lingkungan kecamatan mempunyai potensi di bidang makanan tradisional, maka P5 bisa merangkul potensi tersebut.
Cara mengembangkannya pun relatif sederhana. Anda cukup melihat ke dokumen Dimensi P3 dan masukkan ke dalam format yang ada, sesuai dengan kolom yang ada.
Namun, perlu diingat Anda harus memilih satu tema dari sekian tema sesuai Fase yang telah disediakan oleh Kemendikbudristek.
Baca Juga: Kasus Rebound Positif Covid-19 Dialami Joe Biden
Berikut ini adalah Tema Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Tema Projek Profil PAUD
– Aku Sayang Bumi “Gaya Hidup Berkelanjutan”
– Aku Cinta Indonesia “Kearifan Lokal”
– Kita Semua Bersaudara “Bhinneka Tunggal Ika”
– Imajinasi dan Kreativitasku “Rekayasa dan Teknologi”
Tema Projek Profil SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK dan sederajat
– Gaya Hidup Berkelanjutan
– Kearifan Lokal
– Bhineka Tunggal Ika
– Bangunlah Jiwa dan Raganya
– Suara Demokrasi
– Rekayasa dan Teknologi
– Kewirausahaan
– Kebekerjaan
Tema-tema tersebut, dapat diikuti oleh peserta didik dengan ketentuan seperti berikut:
Jenjang PAUD = 1 – 2 proyek profil dengan tema berbeda
Jenjang SD/MI/SDLB/Paket A = 2 – 3 proyek profil dengan tema berbeda
Jenjang SMP/MTs/SMPLB/Paket B = 3 – 4 proyek profil dengan tema berbeda
Jenjang SMA/MA/SMALB/Paket C Kelas X = 3 – 4 proyek profil dengan tema berbeda
Jenjang SMA/MA/SMALB/Paket C Kelas XI dan XII = 2 – 3 proyek profil dengan tema berbeda
Jenjang SMK/MAK Kelas X = 3 proyek profil dengan tema berbeda
Jenjang SMK/MAK Kelas XI = 2 proyek profil dengan tema berbeda
Jenjang SMK/MAK Kelas XII = 1 proyek profil dengan tema berbeda
SPK = 2 – 3 proyek profil dengan tema berbeda
Demikianlah contoh Contoh Ide dan Rencana P5 IKM Beserta Proposalnya Kurikulum Merdeka. Semoga para guru pembimbing bisa memulai merancang ide kegiatannya. (*)
*) Tulisan ini telah dimuat di https://www.nongkrong.co/pendidikan/pr-4314047221/contoh-ide-dan-rencana-p5-ikm-beserta-link-download-proposalnya pada tanggal 3 Agustus 2022.

Wadahi Kreativitas Peserta Didik, SMA Negeri 1 Cikidang Adakan Even Gebyar Oknov
Contoh Proposal Kewirausahaan Keripik Timun Jepang, Untuk Hasil Kegiatan P5 IKM
Kenali Gaya Belajarmu, Biar Belajar Jadi Lebih Mudah
Pemerintah Putuskan Merevisi Implementasi Kurikulum Merdeka
3 Hal Penting Terkait Kurikulum Merdeka di Aplikasi Merdeka Mengajar
Rekomendasi Hero Marvel SNAP di Bulan Januari 2023
Kajian Surat Al Mulk ayat 2: Menyelami Makna Kematian
Beragam Aksi Guru Dari Pusat Hingga Daerah di HGN 2022
2 thoughts on “Contoh Ide dan Rencana P5 IKM”