PANJI-PRATAMA.COM – Pasukan Israel kembali mengintensifkan pemboman di Gaza Rabu dini hari (14/05). Menurut sumber medis setempat, serangan baru itu menewaskan sedikitnya 51 warga Palestina. Kekerasan terbaru ini terjadi di tengah eskalasi dramatis dalam serangan berkepanjangan oleh Israel yang telah menghancurkan wilayah yang terkepung itu.
Petugas medis melaporkan bahwa 45 korban tewas di Gaza Utara, di mana seluruh lingkungan telah hancur menjadi puing-puing. Tim penyelamat bekerja sepanjang malam untuk menarik korban selamat dari bangunan yang hancur sementara ambulans berjuang untuk menjangkau yang terluka karena jalan yang rusak.
Serangan itu menyusul serangan mematikan di dua rumah sakit besar di Gaza Selatan beberapa jam sebelumnya. Bom Israel menghantam kompleks medis Eropa dan Nasser yang menewaskan sedikitnya 30 orang, termasuk pasien, staf medis, dan seorang jurnalis yang sedang menerima perawatan, Hassan Eslaih. Serangan itu juga telah membuat sistem perawatan kesehatan Gaza di ambang kehancuran.
Baca Juga: Ketika Anak PMI di Negeri Jiran Beraksi: Panen Karya P5 di SIKK
Presiden AS, Donald Trump, saat berpidato selama kunjungannya ke Arab Saudi, mengatakan bahwa ia tengah berupaya untuk menengahi berakhirnya pertempuran.
“Kami mendorong penyelesaian secepat mungkin,” kata Trump kepada wartawan Rabu (14/5).
Namun, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak adanya jeda dalam permusuhan dan bersumpah: “Tidak akan ada situasi di mana kami menghentikan perang.”
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban tewas Palestina kini telah mencapai 52.908, dengan 119.721 orang terluka sejak 7 Oktober 2023. Kantor Media Pemerintah kemudian memperbarui angka tersebut menjadi lebih dari 61.700, dengan mencatat ribuan orang masih hilang di bawah reruntuhan dan diduga tewas.
Kekerasan saat ini bermula sejak kampanye militer Israel telah menjadi salah satu yang paling merusak dalam sejarah modern, menggusur lebih dari 90% dari 2,3 juta penduduk Gaza.
Baca Juga: Ada “Aksi Pembakaran” di P5 Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK)
Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan wilayah itu sekarang menghadapi bencana kelaparan dengan kondisi kelaparan dilaporkan di Gaza Utara. Kelompok-kelompok kemanusiaan mengatakan blokade Israel telah mencegah bantuan yang memadai untuk menjangkau warga sipil yang putus asa, termasuk anak-anak yang sekarang meninggal karena kekurangan gizi.
Serangan rumah sakit tersebut telah menuai kecaman internasional. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut serangan itu “tidak masuk akal,” dan menyatakan fasilitas kesehatan Gaza harus dilindungi berdasarkan hukum internasional.
Sementara pertempuran terus berlanjut, upaya diplomatik untuk mengamankan gencatan senjata tampaknya terhenti. Mediator Mesir dan Qatar melaporkan sedikit kemajuan dalam negosiasi baru-baru ini, dengan Israel menuntut Hamas menyerah sepenuhnya sebagai syarat perdamaian.
Tanpa akhir yang terlihat dari kekerasan tersebut, warga sipil Gaza tetap terjebak dalam apa yang digambarkan oleh pejabat PBB sebagai “bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung.” Kematian terbaru tersebut membuat rata-rata harian korban tewas Palestina menjadi hampir 100 sejak kampanye militer Israel dimulai.(*)
(Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Kekerasan Meningkat, Serangan Israel Tewaskan 51 Orang di Gaza”
Baca selengkapnya di: https://www.nongkrong.co/peristiwa/43115145639/kekerasan-meningkat-serangan-israel-tewaskan-51-orang-di-gaza)

Kelaparan Akut Mengancam Gaza, 500.000 Nyawa dalam Bahaya
FEATURE: Bersama Lilmaghrib, Sukabumi Dikenal sebagai Daerah yang Someah dan Merenah
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti: Semua Anak Di Mana Pun Berada Perlu diberikan Hak Pendidikan yang Bermutu
Joseph Earl Thomas meraih Penghargaan Novel Pertama 2024 dari The Center for Fiction Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Joseph Earl Thomas meraih Penghargaan Novel Pertama 2024 dari The Center for Fiction
Puncak Acara Hadiah Puisi K. Bali 2024, Hari Raya Penyair di Sabah
Sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda Berkunjung ke Sekolah Indonesia Kota Kinabalu
Dewan Bandaraya Kota Kinabalu Selenggarakan Lomba Puisi Peringati 49 Tahun Tragedi Double Six
Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIII: Puisi untuk Perdamaian dan Persaudaraan