PANJI-PRATAMA.COM – Kabar duka menyelimuti dunia sastra Indonesia. Penulis thriller ternama, Chandra Bientang Anggarie, telah berpulang pada usia 36 tahun.
Beliau menghembuskan napas terakhir dengan damai pada Selasa, 25 Maret 2025, pukul 00.11 WIB di RS Hermina Kemayoran, Jakarta.
Jenazah mendiang disemayamkan di Rumah Duka Carolus, Lantai 6, Ruangan Gabriel C, Jakarta. Kabar duka ini disampaikan oleh Ketua Detectives ID, M. Fadli, kepada rekan-rekan penulis fiksi kriminal.
Chandra Bientang dikenal luas melalui karya-karyanya yang mendalam dan penuh teka-teki. Beberapa novel terkenalnya antara lain “Dua Dini Hari”, “Sang Peramal”, dan “Batu Berkaki”.
Baca Juga: RESENSI: Belajar Nilai-Nilai Kebaikan dari Catatan Warisan Budaya Bangsa Iranun
Novel debutnya, “Dua Dini Hari”, tidak hanya mendapat sambutan hangat dari pembaca, tetapi juga meraih penghargaan Best Novel dan Best Crime Drama & Thriller dalam Scarlet Pen Awards 2020.
Karya ini juga mendapatkan dana penerjemahan nukilan ke dalam Bahasa Inggris dari LitRi Translation Funding Program pada tahun 2019.
Lahir di Jakarta pada 17 Februari 1989, Chandra menghabiskan masa kecilnya di Bekasi, Muntilan, dan Bogor sebelum kembali ke Jakarta.
Ketertarikannya pada genre misteri dan thriller sudah tampak sejak dini, terinspirasi dari bacaan seperti serial “Lima Sekawan” karya Enid Blyton. Ia menempuh pendidikan di Program Studi Filsafat Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2013.
Perjalanan kariernya sebagai penulis dimulai dengan novel “Dua Dini Hari” yang diterbitkan pada tahun 2019 oleh Noura Publishing.
Novel ini mengangkat isu sosial tentang pembunuhan anak jalanan di Jakarta, menyoroti ketidakadilan dan ketimpangan dalam sistem yang seringkali tidak memanusiakan mereka yang terpinggirkan.
Selain itu, cerpen karyanya yang berjudul “Anak Kucing Leti” terpilih dalam Emerging Writers Program di Ubud Writers & Readers Festival 2019, menegaskan posisinya sebagai penulis muda berbakat.
Pada tahun 2022, Chandra dianugerahi penghargaan Rookie of the Year oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), sebuah pencapaian yang mengukuhkan eksistensinya di dunia literasi Indonesia.
Karya terakhirnya, “Batu Berkaki”, yang diterbitkan pada November 2024, kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam meramu cerita thriller dengan nuansa lokal yang kental.
Novel ini mendapat apresiasi tinggi dari kritikus dan pembaca, semakin mengukuhkan reputasinya sebagai penulis thriller terkemuka di tanah air.
Kepergian Chandra Bientang Anggarie meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemar karyanya. Warisan literasi yang ditinggalkannya akan terus dikenang dan menginspirasi generasi penulis berikutnya.(*)
(Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Penulis Thriller Indonesia, Chandra Bientang Tutup Usia”
Baca selengkapnya di: https://www.nongkrong.co/apresiasi/43114836428/penulis-thriller-indonesia-chandra-bientang-tutup-usia?page=2)

60 Pelajar Jelajahi AI, IoT, dan Python dalam Program Zero to Hero Maker
Dewan Bandaraya Kota Kinabalu Selenggarakan Lomba Puisi Peringati 49 Tahun Tragedi Double Six
Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIII: Puisi untuk Perdamaian dan Persaudaraan
5 Pemain Keturunan di Skuad Garuda Putri tahun 2024
Resep Rahasia Shiitake Beach With Thai Souce, Cita Rasa Seafood yang Maknyus
Israel Serang Iran, Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Tewas
tebak-baku-seru
PASFORINA 2024: Pesta Seni dan Budaya Indonesia di Sabah, Malaysia
1 thought on “Penulis Thriller Indonesia, Chandra Bientang Tutup Usia”