PANJI-PRATAMA.COM – Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) 2026 jenjang pendidikan menengah (Dikmen) menghadirkan berbagai cabang lomba seni yang mendorong kreativitas pelajar. Salah satu cabang yang menarik adalah Lomba Kreativitas Musik Tradisional yang memberikan ruang bagi siswa SMA, SMK, MA, dan SILN untuk mengembangkan musik daerah secara inovatif.
Lomba ini menekankan pada kemampuan peserta dalam mengolah musik tradisi dengan pendekatan kreatif tanpa menghilangkan identitas budaya yang melekat pada karya tersebut. Peserta dapat mengembangkan lagu atau gending daerah melalui variasi melodi, ritme, improvisasi, hingga konsep garapan baru sehingga menghasilkan komposisi yang segar dan harmonis.
Pada FLS3N 2026, karya yang ditampilkan mengangkat tema “Toleransi melalui Berkarya: Menghargai Perbedaan.” Tema ini mendorong peserta untuk menampilkan karya musik tradisi yang tidak hanya artistik, tetapi juga mengandung pesan kebersamaan, gotong royong, serta penghargaan terhadap keberagaman budaya.
Baca Juga: Tiga Kerajaan Islam Dunia di Abad Pertengahan dalam Games Tema Empires
Dalam lomba ini, setiap kelompok peserta terdiri dari lima orang siswa yang menampilkan karya musik tradisional berdurasi minimal tujuh menit dan maksimal sepuluh menit. Penampilan harus menggunakan instrumen musik tradisi dan tidak diperbolehkan menggunakan instrumen Barat elektrik seperti keyboard, organ tunggal, sequencer, gitar listrik, maupun bass elektrik.
Peserta diperbolehkan mengolah karya dari satu atau beberapa lagu daerah yang kemudian dirangkai menjadi komposisi baru. Melalui proses ini, siswa diharapkan mampu memadukan unsur musikal, ekspresi, serta karakter budaya daerah dalam sebuah sajian musik yang utuh.
Dalam pelaksanaan lomba secara luring, peserta diberikan waktu sekitar 15 menit sebelum tampil untuk mempersiapkan instrumen, melakukan cek suara, serta menata artistik panggung jika diperlukan. Durasi penampilan dihitung sejak bunyi pertama hingga bunyi terakhir dari karya yang dibawakan.
Baca Juga: Kajian Surat As Syura ayat 20: Memburu Bisnis dengan Allah
Sementara itu, pada tahap seleksi daring tingkat wilayah maupun Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), peserta diminta mengirimkan video penampilan dengan kualitas minimal HD 720p dan direkam secara langsung menggunakan satu kamera tanpa proses pengeditan. Video dapat diunggah melalui platform berbagi video atau penyimpanan daring dengan akses yang dapat dibuka oleh panitia.
Penilaian lomba dilakukan berdasarkan beberapa aspek utama, di antaranya penyajian karya, dinamika musik, keterampilan memainkan instrumen atau vokal, keselarasan antarunsur musik, penghayatan terhadap tema, serta intensitas penampilan secara individu maupun kelompok.
Melalui lomba Kreativitas Musik Tradisional ini, FLS3N 2026 diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mencintai sekaligus melestarikan kekayaan musik tradisi Nusantara. Selain mengasah kreativitas, kegiatan ini juga menanamkan nilai karakter seperti kerja sama, disiplin, empati, serta rasa bangga terhadap budaya bangsa.(*)
Sudah tayang sebelumnya di: https://www.nongkrong.co/pendidikan/43116829881/kreativitas-musik-tradisional-di-fls3n-2026-dikmen-ajang-pelestarian-budaya-di-kalangan-pelajar tanggal 7 Maret 2026.

Dalam Rangka Peringatan HGN tahun 2023, Komed Umumkan Pemenang LCMP Tingkat Nasional
Lomba Cerita Pendek Berhadiah Belasan Juta Digelar Media Indonesia
FLS3N 2026 Hadirkan Lomba Film Pendek, Siswa Ditantang Berkisah Lewat Micro Movie Inspiratif
Program Festival dan Lomba Apresiasi Film Dipelopori Kemdikbudristek
Ratusan Orang Bersaing dalam Lomba Robot Nasional SRC
Program Residensi Penulis Granada 2022 Dibuka, Perhatikan Syaratnya
Tasyakuran HUT Ke-14 Ikatan Guru Indonesia: Mengukir Sejarah Pendidikan untuk Masa Depan
Resep Rahasia Lele Penyet Sambal Kemangi, Bikin Seisi Dapur Harum Mewangi
4 thoughts on “Kreativitas Musik Tradisional di FLS3N 2026 Dikmen, Ajang Pelestarian Budaya di Kalangan Pelajar”