PANJI-PRATAMA.COM – Gamers tahun 2000-an pasti pernah memainkan gim komputer bergenre strategi paling populer saat itu yang berjudul Age of Empires. Dalam gim tersebut, kita dituntut membangun sebuah kerajaan untuk menaklukkan kerajaan lainnya.
Dari beberapa gim bertema serupa, terdapat pilihan kerajaan Islam yang bisa dipilih. Kerajaan-kerajaan Islam tersebut memang terinspirasi dari kejadian nyata yang pernah menguasai dunia di abad pertengahan.
Islam berkembang melalui tiga periode, yaitu abad klasik (650-1250), abad pertengahan (1250-1800), dan abad modern (1800-sekarang). Dari tiga periode tersebut, abad pertengahan menjadi masa kulminasi perkembangan Islam di mana kemajuan dan kemunduran terjadi pada kerajaan-kerajaan Islam.
Ada tiga kerajaan Islam dunia pada abad pertengahan tersebut yang dicatat oleh sejarawan sebagai kerajaan yang bertahan dari kecenderungan kemunduran peradaban Islam di belahan dunia lain.
Berikut ini adalah identitas tiga kerajaan Islam yang dimaksud:
Baca Juga: Penerbit Basabasi Mengadakan Sayembara Novela dengan Tema Bencana
1. Kerajaan Utsmani di Turki (1288-1924 M)
Kerajaan Utsmani di Turki berdiri sekitar tahun 1288 M. Namun, ada pula sejarawan yang mencatat bahwa kerajaan ini mulai dihitung pada tahun 1300 M.
Pendiri dinasti ini adalah Usman bin Erthogul. Pada beberapa game bertema sejarah, nama pendirinya dikenal dengan sebutan Osman Bey atau Osman I.
Osman Bey merupakan anak dari Raja Ertugrul yang mengembara dari Kurdistan. Kemudian, Osman Bey menetap di kota Athlah di sebelah timur Turki.
Awalnya, Osman Bey membantu Kerajaan Seljuk untuk menyerang Romawi. Berkat jasanya, Osman Bey mendapatkan sebidang tanah di Anatolia.
Setelah Dinasti Seljuk runtuh, Osman Bey memproklamasikan Kerajaan Utsmani.
Lambat laun, Osman I memperluas wilayah kekuasaannya dengan menyerang daerah perbatasan Byzantium dan menaklukkan Kota Broesa pada sekitar tahun 1317 M. Setelah itu, Kota Broesa dianggap sebagai pusat kekuasaan dari Kerajaan Utsmani.
Di tahun-tahun setelahnya, terutama pada masa pemerintahan Orkhan sekitar tahun 1327 M, Kerajaan Utsmani mampu menguasai daerah Azmir. Daerah Azmir menjadi daerah pertama yang ada di tanah Eropa untuk dikuasai oleh Kerajaan Utsmani.
Dari sejarah singkat Kerajaan Utsmani, terdapat catatan kemajuan peradaban Islam, yaitu:
- Kemajuan bidang militer dan pemerintahan,
- Kemajuan dalam bidang budaya dan ilmu pengetahuan, dan
- Kemajuan dalam bidang agama.
Baca Juga: Berikut Sinopsis Lima Pahlawan Timnas Indonesia yang Dibuat Filmnya oleh FIFA
2. Kerajaan Syafawi di Iran (1501-1732 M)
Pada awalnya, Syafawi bermula dari sebuah gerakan tarekat Syafawiyah yang didirikan oleh Shafi Al Din pada tahun 1253 M. Perlahan gerakan ini berkembang menjadi gerakan politik oleh sang cicit pendiri, yaitu Syekh Junayd.
Sampai akhirnya, gerakan ini mengakar di seantero Iran dan menjadi awal mula aliran keagamaan Syiah.
Maka, salah seorang pemimpin gerakan ini saat itu, Ismail I, mendirikan Kerajaan Syafawi pada tahun 1501 M dan menjadi kerajaan besar pascapenaklukan Persia oleh pasukan Muslim pada abad VII.
Meski demikian, setelah Ismail I meninggal dunia, kekuasaan kerajaan Syafawi sedikit melemah. Akhirnya, keberadaan Kerajaan Syafawi di Iran tidak mampu bersaing dengan Kerajaan Utsmani di Turki.
Sampai akhirnya, pada tahun 1588 M, generasi kelima Kerajaan Syafawi, yaitu Abbas I, membuat beberapa keputusan yang dapat mengangkat kembali Kerajaan Syafawi.
Keputusan pertama Abbas I adalah menghilangkan dominasi pasukan Qizilbash. Dia membentuk pasukan baru yang anggotanya terdiri dari tawanan perang bangsa Georgia, Armenia, dan Sircassa.
Keputusan kedua Abbas I adalah mengadakan perjanjian damai dengan Kerajaan Utsmani.
Berkat dua keputusan strategis ini, pemerintahan Abbas I menjadikan Kerajaan Syafawi mencapai masa-masa kejayaannya.
Dari sejarah singkat Kerajaan Syafawi, terdapat catatan kemajuan peradaban Islam, yaitu:
- Kemajuan bidang ekonomi,
- Kemajuan bidang ilmu pengetahuan,
- Kemajuan bidang pembangunan fisik, dan
- Kemajuan bidang seni.
Baca Juga: Kajian Surat As Syura ayat 20: Memburu Bisnis dengan Allah
3. Kerajaan Mughal di India (1526-1857 M)
Kerajaan Mughal di India berdiri sekitar tahun 1526 M. Pendiri pertama kerajaan ini adalah Zahiruddin Babur.
Kerajaan ini awalnya mengalami banyak sekali hambatan karena terjadinya perlawanan di beberapa daerah kekuasaannya. Sampai akhirnya, generasi ketiga kerajaan ini bernama Syah Jihan yang berkuasa pada usia 14 tahun.
Pada masa Syah Jihan ini, Kerajaan Mughal mewariskan takhta dan kerajaan yang luas dan kaya di India. Pada abad tersebut, kerajaan ini menjadi negara monarki terbesar di dunia.
Sebenarnya kunci dari masa pemerintahan Syah Jihan adalah penasihat kerajaan bernama Bairam Khan, seorang tokoh dari aliran Syiah. Pada masa pemerintahannya itulah kekuasaan Kerajaan Mughal dijalankan dengan gaya militer.
Syah Jihan terkenal dengan kebijakan politiknya yang diistilahkan sebagai Sullakhul atau diartikan sebagai toleransi universal.
Berkat filosofi dan kemajuan di masa pemerintahan Syah Jihan, Kerajaan Mughal berkuasa sampai tiga raja selanjutnya, yakni Sultan Jehangir (1605-1628), Syah Jehan (1628-1658), dan Aurangzeb (1658-1707).
Namun demikian, setelah kematian Aurangzeb pada tahun 1707 M, kesultanan ini mulai mengalami kemunduran hingga akhirnya runtuh pada tahun 1857 M setelah pemberontakan Sepoy di India.
Dari sejarah singkat Kerajaan Mughal, terdapat catatan kemajuan peradaban Islam, yaitu:
- Kemajuan bidang ekonomi, dan
- Kemajuan bidang seni dan budaya.
(*)
*) Tulisan ini telah dimuat di https://www.nongkrong.co/lifestyle/pr-4314342323/kajian-surat-as-syura-ayat-20-memburu-bisnis-dengan-allah?page=3 pada tanggal 1 September 2022.

Resep Rahasia Pepes Ikan Mas, Masakan Sederhana Rasa Highclass
Contoh Soal UKKJ Esai Jabatan Fungsional Guru
2 thoughts on “Tiga Kerajaan Islam Dunia di Abad Pertengahan dalam Games Tema Empires”