PANJI-PRATAMA.COM – Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) sukses menutup rangkaian kegiatan Pameran dan Pagelaran Seni Rupa, Seni Tari, Seni Musik, dan Seni Sastra untuk Indonesia, atau yang dikenal sebagai PASFORINA 2024, dalam sebuah malam penutupan yang spektakuler.
Acara penutupan ini berlangsung pada Jumat malam dan menjadi puncak dari berbagai kegiatan seni budaya yang telah dilaksanakan selama lebih dari dua bulan, sejak Agustus hingga Oktober 2024. PASFORINA 2024 merupakan bentuk kolaborasi apik antara SIKK, Universiti Malaysia Sabah (UMS), Galeri Azman Hashim UMS, serta Akademi Seni dan Teknologi Kreatif (ASTiF) UMS.
Acara ini digelar untuk mempromosikan budaya Indonesia kepada masyarakat lokal dan internasional di Sabah, Malaysia, sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79, Hari Kemerdekaan Malaysia yang ke-67, serta Hari Negeri Sabah yang jatuh pada 31 Agustus 2024.
Baca Juga: Perpustakaan SIKK dan Ikatan Penulis Sabah (IPS) Sukses Gelar Kegiatan
Beragam kegiatan seni yang telah diselenggarakan selama PASFORINA 2024 meliputi pameran lukisan, bengkel seni batik tanah liat, tari kreasi, dan pemutaran film pendek hasil karya siswa-siswi SIKK.
Acara penutupan ini dihadiri oleh tamu-tamu kehormatan dari kedua negara. Konsul Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu, Rafail Walangitan yang diwakili oleh Konsul Pensosbud RI Kota Kinabalu, Machdaniar Nisfah; Naib Canselor Universiti Malaysia Sabah, Prof. Datuk Dr. Haji Kassim Bin Haji Mansur, yang diwakili oleh Dekan ASTiF UMS, Prof. Madya Dr. Zairul Anwar Md. Dawam.
Turut hadir bersama dengan tokoh penting tersebut adalah Pengarah Galeri Azman Hashim, Prof. Madya Dr. Mohammad Puad Bin Bebit. Sebagai perwakilan Rektor UMS melalui sambutannya, Prof. Madya Dr. Mohammad Puad Bin Bebit mengungkapkan kebanggaannya bisa terlibat dalam kerja sama antara dua bangsa melalui acara ini.
Baca Juga: SIKK Gelar Bengkel Sastra, Memupuk Generasi Penerus Seni dan Budaya
Ia pun menyampaikan mengenai pentingnya hubungan budaya sebagai jembatan pengertian antarnegara, yang semakin diperkaya melalui kegiatan seperti PASFORINA 2024.
“Semoga program-program seperti ini menjadi bukti bahwa hubungan Indonesia-Malaysia tidak hanya sekedar hubungan antarnegara, tetapi menjadi hubungan saudara dekat.” Ujar dosen Seni Visual tersebut.
Sahyuddin, S.Pd., MA TESOL, selaku Kepala Sekolah SIKK, juga menyampaikan hal senada. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi pentingnya peran SIKK sebagai wadah diplomasi budaya antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam konteks pendidikan. SIKK, katanya, selalu berupaya menjadi jembatan penghubung budaya yang mempererat hubungan kedua negara.
“Dalam banyak kesempatan, SIKK tidak hanya menjadi lembaga pendidikan formal bagi diaspora Indonesia saja, tetapi juga menjadi jembatan paling strategis yang menghubungkan kedua bangsa,” pungkasnya.
Acara malam penutupan ini berlangsung dengan sangat meriah. Para penonton disuguhi berbagai penampilan yang mengesankan dari siswa-siswi SIKK. Di antaranya adalah pertunjukan gitar solo yang membawakan lagu-lagu tradisional Indonesia, storytelling tentang legenda lokal Sabah, serta penampilan solo menyanyikan lagu etnik Borneo. Tidak hanya itu, ada pula penampilan lagu tradisional pupuh Sunda dan tarian kreasi tradisional Indonesia yang memukau para tamu undangan.
Selain pertunjukan seni, hasil karya dari berbagai bengkel seni yang diadakan selama PASFORINA 2024 turut dipamerkan. Salah satu yang menarik perhatian adalah film pendek bertema keberlanjutan lingkungan, serta perang pantun dan puisi berantai, dan permainan alat musik Sampoton dan Angklung.
Selain itu, ada pula tarian kreasi yang menggabungkan unsur budaya Indonesia dan Malaysia juga menjadi salah satu penampilan yang paling berkesan, memperlihatkan semangat kebersamaan antara kedua bangsa.
Baca Juga: Tarian Indonesia Warnai Festival Sastra Antarbangsa Malaysia Madani 2024
Sebagai tanda penutupan resmi PASFORINA 2024, Konsul Pensosbud RI Kota Kinabalu, Machdaniar Nisfah, menyampaikan harapannya agar kerja sama budaya yang terjalin selama ini dapat terus berkembang di masa depan. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi semua pihak yang terlibat, dari panitia hingga para seniman yang berpartisipasi.
Dadan Maulana Ramadhan, S.Pd., selaku ketua panitia, juga turut mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan acara ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan PASFORINA 2024 tidak lepas dari kerja keras tim dari kedua negara, serta dukungan penuh dari berbagai pihak yang membantu mewujudkan acara ini.
Penutupan PASFORINA 2024 meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi para tamu undangan dan penonton yang hadir. Mereka tampak puas dengan kualitas acara yang disuguhkan dan berharap agar PASFORINA dapat menjadi agenda tahunan yang akan terus menyatukan budaya kedua negara melalui seni.
Baca Juga: PASFORINA 2024: Pesta Seni dan Budaya Indonesia di Sabah, Malaysia
Acara ini membuktikan bahwa seni dan budaya adalah salah satu jembatan terkuat untuk membangun hubungan antarbangsa. PASFORINA 2024 tidak hanya menjadi ajang diplomasi budaya, tetapi juga berhasil menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai dan menghargai warisan budaya mereka.
Dengan suksesnya PASFORINA 2024, harapan akan terus terjalinnya hubungan budaya yang erat antara Indonesia dan Malaysia semakin terbuka lebar. Semoga acara ini dapat menjadi cerminan kerja sama lintas negara yang terus berkembang di masa mendatang.(*)
(Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Penutupan Meriah PASFORINA 2024 sebagai Perayaan Seni dan Budaya Dua Bangsa di Sabah, Malaysia”
Baca selengkapnya di: https://www.nongkrong.co/apresiasi/43113785978/penutupan-meriah-pasforina-2024-sebagai-perayaan-seni-dan-budaya-dua-bangsa-di-sabah-malaysia?page=2)

Sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda Berkunjung ke Sekolah Indonesia Kota Kinabalu
Kegiatan Sepanggar Berpantun: Menguatkan Hubungan Budaya Dua Negara Lewat Pantun
SIKK Gelar Bengkel Sastra, Memupuk Generasi Penerus Seni dan Budaya
Tarian Indonesia Warnai Festival Sastra Antarbangsa Malaysia Madani 2024