PANJI-PRATAMA.COM – Sering sekali kita melihat dan mendengar bagaimana seorang pelaku kejahatan lolos dari jeratan hukum dunia karena kelihaian mulutnya.
Begitulah kepiawaian mulut manusia dalam menghindari tanggung jawab di dunia. Namun, apakah di akhirat kelak akan seperti itu?
Prof. DR. KH. Sofyan Sauri, M.Pd. memaparkan kajian tersebut berdasarkan QS Yasin ayat 65. Dalam kuliah subuhnya, beliau mengambil tema: “Menelisik Makna Ketika Mulut Dikunci dan Tangan serta Kaki Menjadi Saksi”.
“Pada hari ini, Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS Yasin: 65)
Pada bagian awal, Prof. Sofyan mencoba menguraikan asal muasal ayat ini berdasarkan interpretasi para mufasir.
Imam Ath-Thobary dalam Tafsir Ath-Thobary menjelaskan bahwa lisan orang musyrikin kelak di hari kiamat akan dikunci oleh Allah SWT. Tangan mereka yang akan berbicara dan paha bagian kaki kiri mereka yang akan menjadi saksinya atas kemaksiatan yang telah dilakukan semasa hidup.
Adapun dalam Tafsir Ibnu Katsir, beliau menjelaskan dalam menafsiri ayat tersebut bahwa esok di hari kiamat orang kafir dan orang munafik akan mengingkari perbuatan dosa yang telah mereka lakukan di dunia.
Bahkan, mereka bersumpah bahwa tidak pernah melakukan perbuatan maksiat. Saat itulah Allah mengunci mulut mereka sehingga tidak bisa berbicara lagi. Lalu tangan mereka yang diperintah untuk berbicara dengan disaksikan oleh anggota yang lain.
Menurut Imam al-Qusyairi dalam kitabnya Lathaif al-Isyarat, pada Hari Kiamat Allah akan membiarkan seluruh tubuh bersaksi satu sama lain dengan mulut yang dibungkam. Kedua tangan dan kaki merekalah yang akan bersaksi dan berbicara atas apa yang selama ini telah mereka perbuat di dunia.
Tidak hanya kedua tangan dan kaki, tetapi seluruh anggota tubuh mereka akan bersaksi atas apa yang telah dilakukan selama ini di dunia.
Baca Juga: Review Dragon Quest Treasures di Nintendo Switch
Kesaksian tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebaikan, tetapi juga dengan kemaksiatan yang telah diperbuat. Bagi orang-orang kafir, tubuh mereka akan bersaksi dengan penuh kesedihan dan penyesalan.
“Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi menjelaskan bahwa ada empat alasan yang menyebabkan mulut orang yang dimurkai Allah SWT terkunci.” Jelas Prof. Sofyan kepada hadirin yang menyaksikan ceramahnya.
Pertama, karena ucapan atau sumpah mereka sendiri. Mereka berkata, “Demi Allah, wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami tidak termasuk orang musyrik,” sehingga Allah SWT mengunci mulut mereka.
Kedua, agar ahlul mauqif bisa mengenali dan memiliki ciri berbeda dengan mereka.
Ketiga, karena penyaksian anggota yang tidak bisa berbicara lebih terpercaya dibandingkan dengan anggota yang dapat berbicara.
Keempat, supaya dibuat maklum bahwa anggota tubuh yang ikut membantu melaksanakan maksiat, nanti akan menjadi saksi perbuatan tersebut.
“Lalu, siapa saja yang akan menjadi saksi ketika kita dimintai pertanggungjawaban?” tanya Sofyan Sauri kemudian.
Berikut ini adalah jawabannya secara terperinci.
1. Badan kita sendiri
Hal ini sesuai dengan QS Fussilat ayat 19 sampai dengan 22, yang artinya: “19. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) musuh-musuh Allah digiring ke neraka lalu mereka dipisah-pisahkan. 20. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap apa yang telah mereka lakukan. 21. Dan mereka berkata kepada kulit mereka, “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” (Kulit) mereka menjawab, “Yang menjadikan kami dapat berbicara adalah Allah, yang (juga) menjadikan segala sesuatu dapat berbicara, dan Dialah yang menciptakan kamu yang pertama kali dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan. 22. Dan kamu tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu ) bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu lakukan.” (QS Fussilat: 19-22);
Baca Juga: Rekomendasi Hero Marvel SNAP di Bulan Januari 2023
2. Malaikat penggiring dan malaikat saksi
Hal ini sesuai dengan QS Qaf ayat 21-23, yang artinya: “21. Setiap orang akan datang bersama (malaikat) penggiring dan (malaikat) saksi. 22. Sungguh, kamu dahulu lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam. 23. Dan (malaikat) yang menyertainya berkata, “Inilah (catatan perbuatan) yang ada padaku.” (QS Qaf: 21-23);
3. Rasul akan menjadi saksi bagi umatnya
Hal ini sesuai dengan QS An Nahl ayat 89, yang artinya: “89. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (Muslim).” (QS. An-Nahl : 89); dan
4. Bumi akan menjadi saksi
Hal ini sesuai dengan QS Al Zalzalah ayat 4, yang artinya: “Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” (QS Al Zalzalah: 4);
Ada enam hal yang bisa kita lakukan agar dapat mempersiapkan amal terbaik untuk menghadapi Hari Kemudian, yaitu mengingat kematian, bekerja di dunia karena Allah agar tidak merugi kelak, jangan lalai di dunia sehingga menyesal di akhirat, jangan mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui, berlomba-lombalah dalam jalan menuju rida dan rahmat Allah, dan memanfaatkan usia dengan baik.
Pada akhir ceramahnya, Prof. Sofyan berdoa agar kita menjadi manusia-manusia yang dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian berdasarkan HR Ahmad al Hakim, yang artinya:
“Ya Allah, hitunglah setiap amalku dengan perhitungan yang mudah.”
Wallahualam. (*)
(Sumber: https://www.nongkrong.co/lifestyle/pr-4316622164/kajian-surat-yasin-ayat-65-bukan-mulut-yang-menjadi-saksi ditayangkan pada tanggal 16 Januari 2023)

Counter Strike 2 Akhirnya Akan Segera Rilis
Naruto X Boruto Ultimate Ninja Storm Connections Akhirnya Dirilis
Guide Dragon Quest XI untuk Side Quest 13 The Shadow Guide
Rekomendasi Hero Marvel SNAP di Bulan Januari 2023
Resep Rahasia Gado-Gado Kaki lima, Simpel Tapi Enaknya Lama
1 thought on “Kajian Surat Yasin ayat 65: Bukan Mulut yang Menjadi Saksi”