PANJI-PRATAMA.COM – Masa liburan sekolah dimanfaatkan secara produktif oleh puluhan pelajar di Sabah, Malaysia, melalui program edukatif bertajuk Zero to Hero Maker. Program ini memperkenalkan pembelajaran robotika secara mendalam kepada siswa sekolah dasar dan menengah pertama, dengan pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif.
Inisiatif ini digagas oleh Smart Native Maker (SNM), sebuah lembaga independen yang fokus pada pendidikan robotika dan kecerdasan artifisial. Bekerja sama dengan U-Science Universitas Negeri Sabah, SNM melaksanakan program ini secara bertahap, dimulai dengan sesi perdana pada 3–4 Juni 2025.
“Program ini dirancang untuk membuka wawasan pelajar terhadap dunia teknologi masa kini. Kami ingin mereka memahami dasar-dasar pemrograman, elektronika, serta teknologi terkini seperti Internet of Things (IoT), AI, Pictoblox, dan Python,” jelas Julfadzly Bin Muhaimin, Co-Founder SNM.
Program ini diikuti oleh sekitar 60 siswa dari berbagai sekolah negeri, swasta, dan internasional di Sabah. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga diberi kesempatan langsung merancang dan mengembangkan prototipe robotika mereka sendiri.
“Dengan dasar ini, para pelajar bisa mulai memikirkan solusi terhadap persoalan dunia nyata. Kami harap mereka akan tumbuh menjadi insan berwawasan global dan mampu bersaing di masa depan,” tambah Julfikrie Bin Muhaimin, juga selaku Co-Founder SNM. Ia menekankan bahwa tema kegiatan ini, Future Innovator Unite, mencerminkan visi SNM untuk mencetak inovator unggul sejak dini.
Baca Juga: Israel Serang Iran, Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Tewas
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Telaga Makrifat, pelajar kelas 8 dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK). Ia mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. “Saya senang sekali bisa ikut. Suasana kelasnya meriah, dan semua peserta diberi kesempatan yang sama untuk belajar mendalam tentang robotika,” ungkapnya.
Puncak program ditandai dengan kompetisi inovasi, di mana seluruh peserta mempresentasikan proyek robotika mereka di hadapan dewan juri dan hadirin. Proyek-proyek yang dipamerkan menampilkan kreativitas tinggi serta kepedulian terhadap isu-isu lingkungan dan sosial.
Telaga berhasil meraih penghargaan “Best Idea and Prototype Showcase” untuk proyeknya yang berjudul Quakie: Mini Landslide and Earthquake Detection System. Prototipe ini menggabungkan sensor dan pemrograman dasar untuk mendeteksi potensi bencana tanah longsor dan gempa.
Berikut adalah daftar pemenang dalam kompetisi tersebut:
Kategori Sekolah Menengah
Best Project:
SMK Kolombong Team (LDTech System)
SMK Tamparuli Team (Smart Bin)
Best Idea and Prototype Showcase:
Telaga Makrifat (Quakie Project)
Baca Juga: PASFORINA 2024: Pesta Seni dan Budaya Indonesia di Sabah, Malaysia
Best Idea Presentation:
SM St. John, Tuaran (2 Presenter Individu)
Ahmad Niyaz (Individu)
Kategori Sekolah Dasar
Maker Solution:
Iver & Chong Wen Heng
Carilynne, Eryna & Auni
Dengan antusiasme tinggi dari para peserta, SNM dan U-Science berencana melanjutkan program ini selama libur sekolah bulan Juni dan Juli. Program ini diharapkan menjadi pemantik bagi lebih banyak pelajar untuk berani menjelajah dunia robotika dan teknologi.(*)
Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “60 Pelajar Jelajahi AI, IoT, dan Python dalam Program Zero to Hero Maker”
Baca selengkapnya di: https://www.nongkrong.co/teknologi/43115339259/60-pelajar-jelajahi-ai-iot-dan-python-dalam-program-zero-to-hero-maker?page=2

Dewan Bandaraya Kota Kinabalu Selenggarakan Lomba Puisi Peringati 49 Tahun Tragedi Double Six
Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIII: Puisi untuk Perdamaian dan Persaudaraan
Penulis Thriller Indonesia, Chandra Bientang Tutup Usia
5 Pemain Keturunan di Skuad Garuda Putri tahun 2024
Resep Rahasia Shiitake Beach With Thai Souce, Cita Rasa Seafood yang Maknyus
60 Pelajar Jelajahi AI, IoT, dan Python dalam Program Zero to Hero Maker
Israel Serang Iran, Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Tewas
tebak-baku-seru
PASFORINA 2024: Pesta Seni dan Budaya Indonesia di Sabah, Malaysia